Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKNOLOGI yang sedang tren menyatu pada MultiVerse Conference 2025 yang digelar secara hybrid selama 5 hari.MultiVerse Conference 2025 merupakan konferensi dalam tema virtual world, AI, dan IoT. Istimewanya, konferensi ini tidak hanya diikuti secara luring dan daring melalui Zoom dan YouTube, juga secara imersif di dalam dunia virtual yang selama ini dikenal sebagai metaverse.
Sebagai acara yang digagas oleh Medusa Technology dan Universitas Pradita, konferensi ini bertujuan untuk menjadi acuan perkembangan teknologi digital terkini.
“Pradita University sangat antusias menjadi tuan rumah MultiVerse Conference 2025.Even ini kesempatan emas untuk mendorong inovasi, kolaborasi, dan pengembangan teknologi metaverse, khususnya dalam dunia pendidikan dan industri digital. Sebagai institusi yang berfokus pada sains, teknologi, dan transformasi digital, kami ingin menjadi bagian dari ekosistem yang membangun masa depan metaverse, tidak hanya sebagai pengguna tetapi juga sebagai kontributor aktif,” kata Dekan Universitas Pradita Dr. Eng., Handri Santoso, S.Si., M.Eng dalam keterangan resmi.
Maria Magdalena dari Medusa Technology menilai Multiverse Conference merupakan perwujudan nyata dari kolaborasi antara industri dan akademisi untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat khususnya mahasiswa, dosen, guru, siswa sekolah, dan praktisi teknologi digital
untuk update pengetahuan dalam bidang virtual world, AI, dan IoT.
Dengan menyediakan konferensi yang bisa diakses dengan gratis dari mana pun tanpa hambatan lokasi. Konferensi yang digelar sejak 15-16 Februari dilanjutkan pada 21-23 Februari 2025 ini setiap harinya dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai lokasi. Dengan 10 orang narasumber, ilmu yang dibagikan sangat inspiratif. Mulai dari pemanfaatan teknologi digital untuk pertanian hingga pendidikan.
Seperti yang dibawakan oleh Novi Azman, S.T., M.T., Ph.D. dalam pemaparannya yang bertema Blockchain-Based IoT and Machine Learning System for the Optimization of Straw Mushroom Cultivation, serta Dr. Heni Jusuf, M.Kom. yang membuka diskusi menarik tentang The Power of AI Across Sectors dan menutup diskusi dengan mengajak mahasiswa untuk mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai kompetisi penelitian.
Selain sesi seminar, juga sesi lokakarya pembuatan film dengan media virtual world yang dibimbing langsung oleh Maria Magdalena.
Sesi menarik yang bermanfaat untuk menujukkan salah satu manfaat virtual world. Pada MultiVerse Conference hari ke-5 diadakan penjurian untuk peserta kompetisi VIRWICA 2025 yang diikuti empat puluh anak dari seluruh Indonesia yang terbagi dalam 16 team.
VIRWICA (Virtual World Innovation & Creativity Award) adalah pemberian penghargaan bagi inovator muda yang berhasil membuat suatu penemuan untuk mengatasi masalah di masyarakat terkait Sustainable Development Goals.
Kompetisi yang diadakan tiap tahun dengan kolaborasi antara Medusa Technology, Krya, Universitas Pradita, Virtual World Education Consortium, dan Integrating Technology Moodle 4 Teacher ini mengajak anak untuk berkreasi membuat mock up di dunia virtual untuk solusi yang mereka buat.
“Selain kompetisi, VIRWICA juga menjadi sarana bagi inovator muda untuk terkoneksi dengan investor dan kampus yang akan membantu mereka mewujudnyatakan inovasinya,” kata Maria Magdalena dari Medusa Technology.
Pada VIRWICA 2025 ini penghargaan diberikan bagi tiga team, yaitu: Gold Award bagi Team 9 dari Sekolah Aloysius Bandung, Silver Award diberikan untuk Team 1 dari Sekolah Suluh Bangsa Mulia, dan Bronze Award diberikan untuk Team 3 dari Sekolah Suluh Bangsa Mulia. (H-2)
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved