Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERINTAH menyatakan optimistis bisa mengembalikan defisit anggaran maksimal 3% pada 2023. Alasannya, kondisi ekonomi dan fiskal negara disebut berada dalam kondisi yang cukup mampu untuk menjalankan konsolidasi fiskal secara baik.
“Pemerintah percaya diri (defisit maksimal 3% di 2023) itu bisa tercapai,” ujar Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Menteri Keuangan Wempi Saputra dalam Media Group Network Summit 2022 - Bangkit Bersama Maju Indonesia, Kamis (27/1).
Alasan utama yang mendorong optimisme tersebut ialah realisasi defisit anggaran 2020 dan 2021 yang lebih rendah dari asumsi pengambil kebijakan.
Pada 2020, realisasi defisit anggaran tercatat Rp946,7 triliun, atau 6,14% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Itu sedikit lebih rendah dari target yang sebesar Rp1.039,2 triliun, atau 6,34% terhadap PDB.
Realisasi defisit yang lebih rendah juga terjadi pada 2021. Tercatat defisit anggaran 2021 mencapai Rp783,7 triliun, atau 4,65% terhadap PDB, lebih rendah dari asumsi APBN 2021 yang sebesar Rp1.006 triliun, atau 5,7% terhadap PDB.
Sedangkan pada APBN 2022, pemerintah mematok defisit anggaran mencapai Rp868 triliun, atau 4,85% terhadap PDB. Wempi mengatakan, realisasi defisit sepanjang 2022 berpeluang jauh lebih rendah dari asumsi tersebut.
“Di akhir 2021 kita sudah bisa mengurangi pembiayaan Rp232 triliun untuk 2021. Sehingga debt to GDP ratio tidak meningkat. Di 2022, prediksi (asumsi APBN) sekitar 4,85%, kita berharap akan ada di 4% untuk defisit di akhir 2022. Sehingga di akhir tahun 2023 nanti untuk mencapai 3% itu akan lebih feasible,” jelasnya.
Dia bilang, strategi yang digunakan untuk menekan defisit 2022 telah dipetakan oleh pemerintah. Mulai dari optimalisasi perpajakan hingga mendorong daya beli masyarakat.
Dari sisi perpajakan, insentif pajak akan diberikan secara selektif kepada sektor-sektor yang dinilai mampu bergeliat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sedangkan dari sisi daya beli masyarakat, ragam bantuan sosial diluncurkan agar tak terjadi pelemahan konsumsi rumah tangga. Itu juga dilengkapi dengan stimulus pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sejatinya menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
“Bagian utama di sini adalah agar ekonomi rakyat tadi bisa berkembang lebih cepat melalui stimulus itu. Saat ini terjadi, maka akan ada penerimaan pajak di masa depan,” jelas Wempi. (Mir/OL-09)
Selain kebijakan WFH, pengamat menekankan pentingnya efisiensi belanja pemerintah, khususnya pada program-program besar.
Airlangga menjelaskan, pemerintah tengah mengkaji kebijakan pajak ekspor batu bara guna menangkap potensi windfall profit.
KENAIKAN harga minyak dunia dinilai berpotensi memberi tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Airlangga Hartarto mengusulkan penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang sebagai langkah antisipasi apabila konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia.
Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar menyoroti revisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings.
Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh Jumhur Hidayat menyatakan dukungan terhadap wacana kenaikan batas defisit anggaran negara dari 3% menjadi 4% dari PDB.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa deteksi 10 perusahaan lakukan underinvoicing. Kebocoran penerimaan negara segera ditutup demi target fiskal 2026.
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penerima atau awardee beasiswa LPDP harus menghormati Indonesia dan rakyat Indonesia. I
Kemenkeu ungkap 44 alumni LPDP belum kembali ke RI. Menkeu Purbaya tegaskan sanksi berat berupa pengembalian dana plus bunga hingga blacklist permanen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved