Rabu 12 Januari 2022, 17:39 WIB

Inflasi Inti Diharapkan Meningkat, Indikasi Daya Beli Naik

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Inflasi Inti Diharapkan Meningkat, Indikasi Daya Beli Naik

ANTARA/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS
Warga berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Kamis (6/1). Pemerintah berharap inflasi inti meningkat.

 

PEMERINTAH berharap inflasi inti dapat mengalami peningkatan di 2022. Sebab hal itu mengindikasikan adanya peningkatan daya beli masyarakat mengiringi pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.

"Inflasi kita terjaga dan diharapkan core inflation mulai akan membaik," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu dalam taklimat media secara virtual, Rabu (12/1).

Menurutnya, hal yang akan menjadi fokus pemerintah terkait inflasi ialah menjaga kestabilan komponen bergejolak. Selain itu, komponen harga diatur pemerintah juga akan dijaga untuk tidak mengalami fluktuasi berlebih. Bila itu berhasil dilakukan, inflasi inti turut dapat terjaga dan dikendalikan.

"Kami pastikan kebijakan kita tetap tujuan menjaga tren pemulihan ekonomi makin berkualitas dan melihat kebutuhannya, kita adjustment," imbuh Febrio.

"Kalau ada subsidi energi maupun nonenergi itu kita menginginkan semakin tepat sasaran, tapi juga melihat kondisi perekonomian," tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Ungkap Penyebab Turunnya Proyeksi Ekonomi Global 2022

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada Desember 2021 berada di angka 0,57% (month to month/mtm) dan menyentuh 1,87% secara tahunan (year on year/yoy).

Adapun komponen inti pada Desember 2021 mengalami inflasi sebesar 0,16%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender 2021 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun tercatat sebesar 1,56%.

"Jadi ketika core inflation membaik masyarakat beli pakaian, alas kaki, mulai jalan-jalan, beli alat rumah tangga, dan mulai makan di warung dan restoran itu komponen core inflation. Jadi kalau itu membaik, daya beli membaik," jelas Febrio.

Di kesempatan yang sama, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, inflasi pada 2022 masih akan berada dalam koridor target yang ditetapkan pemerintah maupun asumsi Bank Indonesia (BI). Bank Sentral dan pemerintah memperkirakan inflasi sepanjang 2021-2022 akan terjaga dalam kisaran sasaran, yakni 3% plus minus 1%.

"Peningkatan inflasi itu justru sinyal yang positif. Kami melihat ada faktor dari sisi demand tadi kalau kasus covid-19 terus berhasil kita tekan, kita kendalikan tentunya konsumsi meningkat dan harapannya juga inflasi inti, core inflation ini pun juga akan lebih meningkat," pungkasnya. (A-2)

Baca Juga

Dok. 99 Group

Landmark Residence Bandung Gandeng 99 Group Untuk Pemasaran Propertinya 

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 23:29 WIB
99 Group menghadirkan dukungan profesional dengan tim berpengalaman lewat produk layanan unggulannya, yakni PASTI (Platform Advertising...
Dok. Astronacci International

Astronacci International Berikan Edukasi Gratis untuk Korban Investasi Bodong 

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 23:27 WIB
Sebagai bentuk kepedulian, Astronacci International membentuk Astronacci Care: learn from mistakes yang bertujuan untuk merangkul para...
Dok.Singapore Airlines

Singapore Airlines Buka Kembali Layanan ke Bali

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 22:38 WIB
Singapore Airlines (SIA) akan membuka kembali penerbangan komersial harian dari Singapura ke Bali mulai 16 Februari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya