Kamis 02 Desember 2021, 11:16 WIB

Bisnis Kuliner Jadi Daya Tarik Kota Mandiri

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Bisnis Kuliner Jadi Daya Tarik Kota Mandiri

Dok. Paramount Land
Diskusi mengenai pengembangan Kota Mandiri Gading Serpong

 

KEMAJUAN sebuah kota mandiri salah satunya ditandai dengan adanya pertumbuhan bisnis, termasuk di bisnis kuliner atau food and beverage (F&B). Sebagai salah satu kota mandiri di dekat ibu kota, Gading Serpong juga menjadikan bisnis F&B sebagai bagian dari daya tarik, dengan beragam jenis usaha kuliner mulai dari makanan khas daerah, franchise, hingga makanan internasional.

Direktur Paramount Land M. Nawawi mengatakan, Gading Serpong telah berkembang menjadi sebuah kota mandiri dengan populasi mencapai 90.000 jiwa. Beragam jenis bisnis, termasuk F&B terus berkembang seiring dengan beragamnya selera dan kebutuhan setiap penghuninya.

“Menjawab kebutuhan ini, kami menghadirkan fasilitas yang mampu menampung gaya hidup dan kebutuhan masa kini, sesuai dengan selera masyarakat yang beragam,” sebut Nawawi dalam webinar bertajuk “Prospek Bisnis di Gading Serpong”

Senior Director Office Services Colliers Indonesia Bagus Adikusumo berpandangan, saat ini bisnis kuliner atau F&B mulai menunjukkan tren pertumbuhan setelah sempat terkoreksi selama dua tahun belakangan ini. Terlebih sekarang sudah banyak pelaku bisnis F&B yang beradaptasi dengan teknologi.

“Hal ini membawa perubahan besar bagi bisnis kuliner. Selain menghadirkan area dine-in yang nyaman, pelaku bisnis kuliner juga harus siap dengan servis online dan delivery order,” kata Bagus.

Menurutnya, Gading Serpong juga merupakan kota mandiri yang sudah menjadi new-economic hub yang ramai di Tangerang, dengan infrastruktur memadai dan aksesibilitas tinggi, serta dikembangkan oleh developer yang sudah berpengalaman. 

Di sisi lain, Bisnis F&B di Gading Serpong pun diyakini akan terus berkembang dengan adanya Manhattan District yang dirancang dengan konsep kuat, terdiri dari area indoor dan outdoor untuk menunjang gaya hidup masyarakat serta menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.

Baca juga : Turki Berminat Pasarkan Specialty Kopi, Herbal dan Buah-buahan Indonesia

Kehadiran Manhattan District akan menjadi pusat perekonomian baru yang melengkapi segala fasilitas di Gading Serpong, yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Keberagaman usaha yang ditawarkan di sini membuat Manhattan District cocok bagi pengusaha start-up yang baru membangun bisnis, hingga pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya,” ujar Direktor Paramount Land Aryo Tri Ananto.

Sebagai informasi, Paramount Land  menghadirkan Manhattan District sebagai kawasan integrated commercial berskala regional seluas 22 hektare yang akan menjadi salah satu destinasi baru di Gading Serpong untuk bekerja, meeting, berwisata kuliner, dan berekreasi.

Manhattan District akan menjadi area yang vibrant dan full of experience, di mana area ini akan terbagi menjadi beberapa thematic space, mulai dari community space, meeting point, event space, green park, public entertainment, business loft, world of fame, dan lainnya.

Keseriusan Paramount Land dalam menghadirkan anchor tenant untuk menciptakan pasar yang kuat di Manhattan District, salah satunya ditandai dengan hadirnya beberapa brand kuliner berskala nasional, seperti Lu’miere Indonesia.

Lu’miere Indonesia Brand Director, Larry Satrio, menyebut indikator yang telah disampaikan menjadi pertimbangan bagi Lu’miere untuk membuka cabang di Manhattan District.

“Dengan konsep dine-in dan online yang berbeda dengan cabang utama di Pondok Indah, kami percaya kehadiran Lu’miere di Manhattan District akan memberikan pengalaman baru bagi pelanggan yang ingin menikmati produk kami,” ujar Larry. (RO/OL-7) 

Baca Juga

MI/Ihfa

Awal Tahun, Layanan Bank Neo Commerce semakin Lengkap

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 18:00 WIB
BNC akan resmi menjadi salah satu bank penyelenggara rekening dana nasabah...
DOK BANK BJB

bank bjb Optimistis Tatap Tahun 2022 Lebih Cerah

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:56 WIB
Pada 2022 bank bjb harus agile terhadap disrupsi teknologi agar tidak...
ANTARA/MUHAMMAD AYUDHA

OJK: Kerugian akibat investasi ilegal 2011-2021 capai Rp117,4 triliun

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:39 WIB
Maraknya investasi ilegal di era teknologi informasi saat ini dapat dilihat dari dua sisi, yakni dari sisi pelaku dan masyarakat yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya