Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI tak menyurutkan sebagian masyarakat untuk pemilikan rumah tinggal melalui pembiayaan bank syariah. Hal itu tercermin dari kenaikan pembiayaan untuk pemilikan rumah tinggal di bank syariah yang meningkat.
Data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) OJK menunjukkan pembiayaan untuk pemilikan rumah tinggal mencapai Rp39,51 triliun per Januari 2021. Angka pembiayaan itu berasal dari bank syariah BUKU 2 sebesar Rp8,12 triliun dan BUKU 3 sebesar Rp31,39 triliun.
Meningkatnya minat pembiayaan KPR Syariah ini menurut Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) Irfan Syauqi Beik, hal ini menunjukkan pembiayaan rumah tinggal oleh bank syariah semakin diminati masyarakat.
Menurut Irfan, ada beberapa alasan yang mendorong masyarakat semakin minat terhadap pembiayaan syariah. Pertama, dari sisi kepastian cash flow. Pembiayaan KPR syariah bersifat fixed rate sampai akhir periode pembiayaan. Adanya margin tetap membuat perencanaan keuangan rumah tangga jadi lebih baik.
"Bunga KPR konvensional bisa fluktuatif. Mungkin lima tahun pertama bunganya fix, tapi setelah itu cenderung naik dan bisa berubah. Buat konsumen, kepastian cash flow sangat penting," kata Irfan dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11),
Alasan kedua, permintaan akan produk halal, termasuk halal finance semakin meningkat. Hal ini memengaruhi pertumbuhan KPR syariah. Faktor berikutnya, KPR syariah menawarkan berbagai pilihan akad yang lebih banyak dibandingkan dengan konvensional. Nasabah dapat memiliki akad sesuai dengan kebutuhannya.
"Akadnya bisa murabahah, istishna, maupun musyarakah mutanaqishoh. Pendeknya, masing-masing akad memiliki kriteria tersendiri sehingga nasabah memiliki opsi kontrak yang akan dipilih, disesuaikan dengan kebutuhannya," imbuhnya.
Besarnya minat masyarakat terhadap KPR Syariah, direspons oleh salah satu perusahaan property Sumurtama Land Bandung yang sekarang sedang pengembangan propertinya di wilayah Jatiwangi Majalengka, dengan nama Dar Es Salaam Residence.
Direktur Utama Sumurtama Land Komarudin Khalid menjelaskan, pihaknya sangat optimistis bahwa dengan sistem KPR Syariah, properti yang ia kelola bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa Barat dalam hal kepemilikan rumah yang nyaman di tengah kota Jatiwangi.
"Tahun ini kami bangun 51 unit rumah di lokasi strategis di jantung kota Jatiwangi," ujarnya di Bandung, Rabu (3/11).
baca juga: Penyaluran Dana FLPP Lampaui Target
Komarudin menjelaskan, akan dibukanya akses tol Cisumdawu dan akan beroperasinya bandara Kertajati menambah ramai aktivitas bisnis di wilayah Majalengka. Dalam lima tahun terakhir tercatat 30 industri besar di bidang garmen, sepatu, elektronika dan lain lain tumbuh di Majalengka.
"Bayangkan berapa banyak lagi industri yang akan tumbuh di Majalengka jika Bandara Kertajati dan tol Cisumdawu sudah beroperasi penuh," jelas Komarudin.
Sumurtama Land telah menjalin kerjasama dengan pihak perbankan Syariah ternama, yaitu Bank Syariah Indonesia dan Bank BJB Syariah. (N-1)
BTN mencatat portofolio kredit perumahan Rp328,4 triliun hingga akhir 2025. KPR subsidi tumbuh 10% jadi Rp191,2 triliun, non-subsidi naik 6,7% jadi Rp113 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas akses hunian terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved