Rabu 13 Oktober 2021, 15:30 WIB

Jokowi: Alih Kelola Freeport Hingga Blok Rokan Bukti Keseriusan Hilirisasi

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Jokowi: Alih Kelola Freeport Hingga Blok Rokan Bukti Keseriusan Hilirisasi

Dok. Setpres RI
Presiden Jokowi meresmikan pembangunan smelter tembaga milik Freeport di Kabupaten Gresik.

 

UPAYA hilirisasi atau penciptaan nilai tambah menjadi agenda serius pemerintahan Presiden Joko Widodo. Bahkan, Kepala Negara kerap menyampaikan hal tersebut dalam berbagai kesempatan.

Seperti dalam tiga terakhir, Jokowi, sapaan akrabnya, sudah dua kali memberi arahan terkait pentingnya hilirisasi di dalam negeri. Untuk memperoleh nilai tambah yang besar, penting untuk membangun banyak industri pengolahan. Sehingga, berbagai komoditas di Tanah Air bisa diproses menjadi produk setengah jadi atau siap pakai.

Namun, lanjut Jokowi, hal itu bukan satu-satunya kunci. Aspek penting lainnya ialah menguasai secara penuh hasil komoditas yang ditambang di dalam negeri. Dengan begitu, Indonesia memiliki kuasa untuk memutuskan proses sumber daya alam tersebut.

Baca juga: Bangun Smelter Single Line Terbesar, Freeport Kucurkan Rp42 Triliun

"Itu alasan mengapa kepemilikan beberapa perusahaan asing kita ambil alih," ujar Jokowi di Istana Negara, Rabu (13/10).

Misalnya, PT Freeport Indonesia (PTFI). Selama 54 tahun, tambang emas dan tembaga di wilayah Papua dikuasai Freeport-McMoRan Inc., yakni badan usaha asal Amerika Serikat. Hingga akhirnya pada 2019, negara mengambil alih saham mayoritas PTFI sebesar 51%.

Baca juga: Pertamina Lampaui Target Pengeboran Agustus-September di Blok Rokan

Kemudian, ada juga Blok Mahakam di Kalimantan Selatan. Salah satu lapangan migas terbesar di Indonesia itu akhirnya secara penuh dikelola PT Pertamina (Persero). Tepatnya, setelah 43 tahun berada di bawah kendali Total, perusahaan asal Prancis.

Adapun terbaru ialah Blok Rokan. Lapangan migas yang terletak di Riau dikelola oleh Chevron selama 97 tahun. Pada tahun ini, pemerintah akhirnya bisa mengambil alih dan menyerahkan pengelolaan kepada Pertamina.

"Sekarang kita tinggal melihat, bisa tidak kita melanjutkan? Meningkatkan produksi dari yang telah kita ambil alih ini? Inilah yang masih jadi pertanyaan. Kita lihat setahun, dua tahun, empt tahun, apakah kita mampu?," pungkas Presiden.(OL-11)

 

Baca Juga

dok Yayasan Erick Tohir

Yayasan Erick Thohir Beri Dampak Perekonomian dengan Genjot Program Social Healing

👤RO/Micom 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:03 WIB
Program ini bentuk upaya memulihkan kondisi trauma sosial yang ada di masyarakat akibat...
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bahlil: Taiwan akan Investasi Kendaraan dan Skuter Listrik di Indonesia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:29 WIB
Bahlil Lahadalia menyatakan, produsen elektronik multinasional asal Taiwan, Foxconn, menaruh minat besar terhadap investasi industri...
Foto/kemendag.go.id

Indonesia dan Jepang Teken Lima MoU Senilai USD 1,61 Juta

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:22 WIB
Penandatanganan yang disaksikan secara daring oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dilakukan pada gelaran Trade...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya