Rabu 15 September 2021, 13:45 WIB

Permintaan Komoditas Industri Pengolahan Dongkrak Ekspor

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Permintaan Komoditas Industri Pengolahan Dongkrak Ekspor

Ilustrasi
Ekspor

 

BADAN Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia di Agustus 2021 mencapai US$ 21,42 miliar, naik 20,95% (mtm) dibandingkan Juli 2021 yang sebesar US$ 17,71 miliar. Secara tahunan (yoy) ekspor juga naik 64,1%, dari US$ 13,06 miliar pada Agustus 2020.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2021 mencapai US$ 142,01 miliar atau naik 37,77 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 yang sebesar US$ 103,07 miliar.

Berdasarkan kelompoknya, ekspor migas meningkat 7,48% (mtm) dari US$ 0,99 miliar pada Juli 2021 menjadi US$ 1,07 miliar, dan 77,93% (yoy) dari Agustus tahun lalu sebesar US$ 0,60 miliar.

Sedangkan ekspor nonmigas naik 21,75% (mtm) dari US$ 16,72 miliar menjadi US$ 20,36 miliar, dan 63,43% (yoy) dari US$ 12,46 miliar di Agustus 2020.

Dari awal tahun (ytd) ekspor nonmigas tercatat US$ 134,13 miliar, tumbuh 37,02% dari periode sama 2020 yang sebesar US$ 97,89 miliar. Ekspor nonmigas menyumbang 94,45% dari total ekspor sejak Januari-Agustus 2021. Kontribusi terbesar sektor nonmigas berasal dari ekspor minyak hewan/nabati (15,39%) atau US$ 20,64 miliar serta bahan bakar mineral (13,41%) atau US$ 17,9 miliar.

"Kinerja ekspor secara total maupun nonmigasnya lebih baik dibandingkan 2020 maupun 2019. Kenaikan ini didorong oleh permintaan beberapa komoditas non-migas yang tumbuh. Ekspor nonmigas menyumbang 95,02% dari total ekspor Agustus 2021. Kinerja industri dan pertambangan kita cukup baik secara antar bulan maupun antar tahun," kata Margo," kata Kepala BPS Margo Yuwono, Rabu (15/9).

Pada sektor nonmigas, ekspor industri pengolahan tercatat US$ 16,37 miliar, tumbuh 20,67% (mtm) dan 52,62% (yoy), dengan kontribusi terhadap total ekspor 76,42%. Industri pengolahan didorong dari tumbuhnya ekspor komoditas minyak kelapa sawit tumbuh 168,68% (yoy) dan 68,98% (mtm), besi baja tumbuh 110,35% (yoy) dan 10,69% (mtm) kimia dasar organik dari hasil pertanian (121,76%, yoy), serta timah yang tumbuh 56,29% (mtm).

Baca juga : BPS: Harga Batu Bara Naik 11,04% di Agustus

Ekspor industri pertambangan dan lainnya tercatat sebesar US$ 3,64 miliar, tumbuh 27,23% (mtm) dan 162,89% (yoy). Kenaikan didukung oleh pertumbuhan ekspor batu bara 22,01% (mtm), biji tembaga 40,28% (mtm) dan lignit 38,54% (mtm). Kontribusi sektor ini terhadap total ekspor 17,01%.

Ekspor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat US$ 0,34 miliar, tumbuh 17,89% (mtm), namun -0,42% (yoy) dibandingkan Agustus 2020. Beberapa ekspor komoditas yang melambat seperti cengkeh (-73,23%, yoy), udang hasil tangkap (-87,8%, yoy), sarang burung (-18,43%, yoy). Sedangkan komoditas pertanian tumbuh antara lain kopi (30,55%, mtm), buah-buahan tahunan (70,03%, mtm), hasil hutan bukan kayu (33,76%, mtm). Pertanian menyumbang 1,59% terhadap total ekspor di Agustus 2021.

Untuk ekspor migas, selama Januari-Agustus 2021 mencapai US$ 7,87 miliar, naik 51,78% dari periode sama tahun lalu.

Kenaikan Ekspor ke Tiongkok

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas yang bertumbuh secara bulanan, Tiongkok menjadi yang terbesar dengan penambahan US$ 1,2 miliar di Agustus 2021, diikuti ekspor ke India US$ 759,1 juta, Jepang US$ 453,2 juta, AS US$ 232,2 juta, Kenya US$ 122,5 juta. Pangsa pasar ekspor ke Tiongkok sendiri sebesar 23 48% dari total ekspor atau US$ 4,78 miliar.

Sedangkan untuk ekspor nonmigas ke Hongkong, Myanmar,  dan Polandia masing-masing turun sebesar US$ 73,2 juta, US$ 38,4 juta dan US$ 28,7 juta.

"Kenaikan permintaan oleh Tiongkok terjadi pada bahan bakar mineral, besi baja, serta lemak dan minyak hewan nabati. Sedangkan ekspor yang merosot permintaannya oleh Hongkong yaitu logam mulia, perhiasan permata dan bahan bakar mineral," kata Margo. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/AGUS M

Insentif PPnBM Berikan efek Berganda bagi Perekonomian

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 17 September 2021, 11:31 WIB
Pemberian fasilitas diskon PPnBM kendaraan bermotor dengan tingkat kandungan produk dalam negeri yang tinggi memberikan dampak pengganda...
Ist/UOB

Pandemi Terkendali, Ekonomi Pulih

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 10:25 WIB
Deputy Chairman and Chief Executive Officer UOB Wee Ee Cheong mengungkapkan, kemajuan penanganan pandemi di Indonesia akan berdampak...
Dok/OJK

OJK Dukung Program Digital Kredit UMKM Sebagai Alternatif Pembiayaan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 17 September 2021, 09:43 WIB
OJK menegaskan komitmen dan dukungan terhadap program Digital Kredit UMKM (DigiKU) agar UMKM bisa memanfaatkan teknologi sebagai salah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Siap Bawa Pulang Piala Sudirman

 Terdapat empat pemain muda yang diharapkan mampu membuat kejutan di Finlandia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya