Minggu 29 Agustus 2021, 18:45 WIB

Erick Dorong BRI Dukung Produksi Padi Model Bisnis Klaster dan Teknologi Modern

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Erick Dorong BRI Dukung Produksi Padi Model Bisnis Klaster dan Teknologi Modern

DOK Pribadi.
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Direktur Utama BRI Sunarso.

 

KOMITMEN nyata dalam mendorong terwujudnya ketahanan pangan nasional terus dilakukan Kementerian BUMN dengan melibatkan ragam perusahaan BUMN. Kehadiran BUMN tak hanya dalam meningkatkan produksi pertanian atau pelatihan dan pendampingan, tetapi juga harus terlibat penuh dalam penerapan model bisnis klaster dan teknologi modern.

Terkait hal tersebut, Kementerian BUMN mendukung upaya BRI dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan menjalankan berbagai program. Salah satunya, dukungan pembiayaan terhadap salah satu rice mill unit (RMU) di daerah lumbung padi Jawa Barat. RMU CV Bintang Tani Niaga yang berlokasi di Guwa Lor, Kabupaten Cirebon, Jabar, Minggu (29/8) dikunjungi Menteri BUMN Erick Thohir bersama Direktur Utama BRI Sunarso untuk melihat keberadaan penggilingan padi yang strategis dalam memasok kebutuhan beras di Jawa Barat.

"Ketersediaan bahan pangan sangat penting dalam konteks ketahanan pangan nasional. Karena itu, kami terus mendorong perbankan dan menghargai usaha yang BRI lakukan untuk mendukung pelaku UMKM di sektor pertanian dan pangan sekaligus membantu upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Erick dalam keterangan resmi, Minggu (29/8).

RMU CV Bintang Tani Niaga yang mendapat fasilitas pinjaman dari BRI berupa kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp1 miliar tergolong strategis karena memiliki rekanan hingga 48 penggilingan padi. Penggilingan tersebut tersebar di Kabupaten Indramayu sebanyak 28 unit, Cirebon (14), Majalengka (2), Kuningan (2), dan Demak (2).

Saat ini, RMU CV Bintang Tani mempunyai kapasitas produksi penggilingan padi hingga 20 ton per hari atau sekitar 400 ton per bulan. Direncanakan dengan pengajuan kredit investasi (KI) hingga Rp5,9 miliar, kapasitas produksi RMU akan ditingkatkan hingga 50 ton/hari.

"Hal yang saya puji dari keterlibatan BRI dalam mendukung ketahanan pangan yaitu melakukan pembinaan dan pemberdayaan melalui model bisnis klaster padi. Kualitas pertanian padi kita sangat bergantung pada ekosistem bisnis yang terbangun. Butuh ekosistem yang mengintegrasikan seluruh proses bisnis baik on-farm maupun off-farm secara optimal. BRI hadir sebagai mitra yang memberdayakan dan menguatkan ekosistem keuangan bisnis secara menyeluruh," tambahnya.

Saat ini, RMU CV Bintang Tani Niaga melayani pasokan pangsa pasar penjualan beras hingga 2.300 ton setiap bulan. RMU ini melibatkan 179 petani anggota koperasi dengan luas sawah 200 ha dan 50 petani nonanggota koperasi dengan luas sawah 100 ha. Hingga triwulan II 2021, BRI telah menyalurkan kredit di sektor pertanian sebesar Rp117,54 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 12,8% secara year in year.

Angka penyaluran kredit BRI itu mengambil market share sebesar 28,03% dari penyaluran kredit bank secara nasional untuk sektor pertanian. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, seiring dengan terus meningkatnya produksi beras nasional, BRI terus berupaya mengakomodasi kebutuhan pelaku usaha di sektor tersebut. "Bahkan khusus pembiayaan ekosistem beras dengan RMU sampai dengan Juni 2021, BRI telah menjangkau lebih dari 40 ribu nasabah dengan penyaluran kreditnya mencapai Rp4,1 triliun," jelasnya. (OL-14)

Baca Juga

mediaindonesia.com

Rupiah Diperkirakan Bakal Terkoreksi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 10:13 WIB
Perlu diwaspadai risiko terkait krisis energi, serta permasalahan ekonomi di AS dan...
MI/Agung W

Investor Masih Menanti Hasil RDG BI

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 10:10 WIB
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan Selasa (19/10) dibuka pada level 6.665,72. Indeks masih akan menguat...
Ant/Dhemas Reviyanto

Dolar Turun Tipis Terpengaruh Info Data Produksi Pabrik AS

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 06:21 WIB
KURS Dolar sedikit melemah pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (19/10), setelah data menunjukkan produksi di pabrik-pabrik AS...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya