Kamis 05 Agustus 2021, 20:41 WIB

Kadin Minta Sektor Ritel Dibuka Penuh Saat PPKM

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kadin Minta Sektor Ritel Dibuka Penuh Saat PPKM

Antara/Galih Pradipta
Sejumlah di pusat perbelanjaan tutup akibat kebijakan PPKM

 

KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid meminta kepada pemerintah untuk membuka penuh sektor ritel atau pusat perbelanjaan saat perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab Arsjad mengatakan, daya beli masyarakat telah pulih pada kuartal II yang terlihat dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,93% dibandingkan kuartal II 2020, menurut data Badan Pusat Statistik. 

"Angka (pertumbuhan) ritel ini kan naik, berarti ada kepercayaan konsumen dari situ. Makanya, kami menganjurkan supaya ritel dibuka saja," ucapnya dalam Dialog Ekonomi tentang Kinerja Ekonomi Kuartal II-2021, Kamis (5/8).

Untuk pembukaan mal, Ketua Kadin itu mengatakan, pemerintah bisa mengatur dengan syarat semua staf dan petugas yang bekerja di mal atau ritel sudah divaksinasi. Begitu pun dengan para pengunjung mal harus sudah menjalani vaksinasi.

"Bicara ritel yang dibuka, asalkan si mal-nya itu sudah melakuakn vaksinasi dan bilamana orang yang mau masuk ke dalam harus melakukan vaksinasi juga. Bagaimanapun proses ekonomi harus berjalan," kata Arsjad.

Baca juga : Kuartal II Tumbuh 7,07%, Ekonom : Perbaikan Ekonomi secara Konsisten

Dia menganalogikan vaksinasi seperti halnya kawasan yang dilarang merokok. Dengan kata lain, ada pemisahan di satu lokasi. Menurutnya, memasifkan program vaksinasi penting untuk mendorong percepatab kekebalan komunal atau herd immunity 70% penduduk Indonesia. 

"Jadi, kalau misalnya dulu masalah merokok dan tidak merokok itu dipisahkan (tempatnya). Sekarang bisa dipisahkan dengan yang mendapatkan vaksin dengan tidak," tutur Bos PT Indika Energy itu.

Selain itu, Arsjad juga mengusulkan supaya industri manufaktur dan sektor berorientasi ekspor beroperasi penuh selama perpanjangan PPKM ini. 

"Sayamenganjurkan ke pemerintah agar manufaktur dibuka 100% tapi dengan catatan pengusahanya sudah melakukan vaksinasi dan juga protokol kesehatan. Industri yang esensial dan export oriented ini kita lihat ada global demand," tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Gara-gara Pandemi Covid-19, Diperkirakan 30 Juta UMKM Bangkrut

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:50 WIB
Berdasarkan survei Bank Indonesia pada Maret 2021, sebanyak 87,5% UMKM terdampak akibat pandemi dan 93,3% pelaku usaha sektor tersebut...
dok kemenhub

Penerapan Ganjil-Genap Cegah Kepadatan di Kawasan Wisata

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:22 WIB
Menhub akan segera mengeluarkan  Peraturan Menhub terkait kebijakan ganjil-genap di kawasan...
Antara

Belasan Ribu Produk RI Bisa Diekspor ke Korsel dengan Tarif 0%

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:09 WIB
Beberapa produk Indonesia yang berpotensi mengalami kenaikan ekspor ke Korea Selatan, yaitu sepeda, sepeda motor, olahan ikan, kaos...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya