Jumat 30 Juli 2021, 09:00 WIB

BI Sebut 4 Hal Ini bisa Dorong Akselerasi Pertumbuhan Kredit Perbankan

Mediaindonesia.com | Ekonomi
BI Sebut  4 Hal Ini bisa Dorong Akselerasi Pertumbuhan Kredit Perbankan

MI/Pius Airlangga
Deputi Gubernur BI Destry Damayanti

 

PERTUMBUHAN kredit diperkirakan masih akan tertekan tahun ini. Meski demikian, peluang memacu kredit masih dapat dilaksanakan pada paruh kedua tahun ini. 

Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memaparkan setidaknya terdapat empat hal yang bisa mendorong pertumbuhan kedit perbankan lebih terakselerasi pada 2021.
  
"Kredit dari yang sebelumnya kami perkirakan 6% sampai 8 %tahun ini, kami turunkan menjadi 4% hingga 6% . Namun ada empat hal yang bisa mendorong akselerasinya,"ujar Destry dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.
  
Ia menyebutkan, pertama, yakni terus membaiknya ekonomi global yang bisa mengangkat harga komoditas dunia, sehingga Indonesia sebagai negara berbasis komoditas juga akan bisa menikmati dampak dari naiknya harga tersebut dan mampu mendorong kredit.
  
Kedua, kapasitas permodalan bank yang relatif tinggi dengan tingkat risiko yang terjaga, termasuk ketahanan likuiditas bank, sehingga hal
tersebut bisa mendorong bank untuk bisa terus menyalurkan kreditnya.
  
Destry melanjutkan, ketiga, yaitu percepatan korporatisasi serta digitalisasi ekonomi dan keuangan yang dapat lebih mendukung aktivitas dan mendorong pemulihan ekonomi, khususnya UMKM yang merupakan penopang perekonomian Tanah Air.
  
"Lebih dari 99% pelaku usaha itu adalah segmen UMKM dan kalau kita lihat pemulihannya di segmen kredit, kredit UMKM ini yang lebih cepat mengalami pulih ketimbang segmen korporasi," tuturnya.
  
Keempat, efektivitas pelaksanaan bauran kebijakan sektor lintas lembaga, sehingga BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional serta mendorong intermediasi dari bank.
  
Kendati begitu, ia mengingatkan bahwa masih terdapat beberapa hal yang perlu diwaspadai dan berpotensi menekan pertumbuhan kredit, yakni penyebaran COVID-19 varian Delta, hingga persepsi risiko perbankan yang masih cukup tinggi dan menimbulkan kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit. (Ant/E-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Penurunan Kasus Covid-19, Mendorong Tren Penguatan Rupiah

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 20 September 2021, 17:56 WIB
Adanya kenaikan arus modal masuk menyiratkan kepercayaan investor mulai naik, setelah bencana gelombang kedua Covid-19 yang mencatatkan...
ANTARA

Kemungkinan PPKM Kembali Diperpanjang, Rupiah Tertekan

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 20 September 2021, 17:15 WIB
PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali yang dimulai 7 September lalu akan berakhir hari ini, Senin...
ANTARA

Kini, CGV Buka Kembali 45 Bioskop selama PPKM

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Senin 20 September 2021, 17:13 WIB
total ada 45 bioskop CGV yang dibuka kembali untuk pengunjung di beberapa wilayah selama perpanjangan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bendungan Rakyat

\PEMERINTAH berkomitmen meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Tanah Air.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya