Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
EMAS menghapus sebagian besar kerugian awal pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (29/7) menjadi ditutup sedikit lebih rendah, setelah berbalik arah bergerak lebih tinggi menyusul pernyataan kebijakan Federal Reserve AS ketika ketua Jerome Powell menyatakan risiko masih menghadang ekonomi AS dari varian virus corona Delta.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, turun tipis 10 sen AS atau 0,01 persen, menjadi ditutup pada 1.799,70 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (27/7/2021), emas berjangka naik tipis 0,6 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.799,80 dolar AS.
Emas berjangka merosot 2,6 dolar AS atau 0,14 persen menjadi 1.799,20 dolar AS per ounce pada Senin (26/7/2021), setelah jatuh 3,6 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.801,80 dolar AS pada Jumat (23/7/2021), dan menguat 2,0 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.805,40 dolar AS pada Kamis (22/7/2021).
Harga turun sedikit setelah pernyataan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang mengatakan pemulihan ekonomi AS tetap di jalurnya meskipun ada peningkatan infeksi virus corona, dan mengisyaratkan pembicaraan sedang berlangsung seputar kemungkinan penarikan dukungan kebijakan moneter.
Tetapi emas berubah positif setelah Powell dalam konferensi pers berikutnya mengatakan meningkatnya kasus varian Delta dapat membebani pemulihan di pasar tenaga kerja dan bahwa bank sentral masih "jauh" dari mempertimbangkan menaikkan suku bunga.
Mengistilahkan penurunan awal terhadap pernyataan tersebut sebagai reaksi spontan, Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, mengatakan aksi harga emas yang berombak kemungkinan terjadi karena investor mencerna pernyataan Powell.
"Sementara ekonomi masih menuju ke arah yang benar, kesimpulan keseluruhannya adalah kita masih akan melihat banyak akomodasi tetap ada, dan pengumuman tapering (pengurangan pembelian aset) ini, kapan pun itu terjadi, akan dilakukan secara bertahap dan tidak dipercepat,” tambah Moya.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas, karena menaikkan peluang kerugian memegang logam yang tidak memberikan imbal hasil.
Emas juga mendapat dukungan dari sedikit kemunduran dalam dolar setelah pernyataan Powell, membuat emas lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 22,8 sen atau 0,92 persen, menjadi ditutup pada 24,877 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 8,6 dolar atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 1.058,1 dolar per ounce. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Kini mySPIL Points bisa dicairkan menjadi Dana
Pantau harga emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 5 Februari 2026. Harga stabil setelah lonjakan tajam. Cek rincian harga per gram di sini.
Update harga emas Antam hari ini 5 Februari 2026. Harga emas batangan turun Rp17.000 menjadi Rp2.956.000 per gram. Cek tabel harga buyback dan satuan lengkap.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Update harga emas Antam hari ini Rabu 4 Februari 2026 naik Rp102 ribu menjadi Rp2.946.000 per gram. Simak analisis tren dan harga buyback terbaru.
Harga emas di Pegadaian hari ini Rabu 4 Februari 2026 kompak turun. Emas Antam anjlok Rp183 ribu, disusul UBS dan Galeri 24 yang juga melemah.
Prediksi harga emas Antam Rabu 4 Februari 2026 diperkirakan menguat di kisaran Rp3,02–Rp3,14 juta per gram menyusul rebound harga emas dunia dan aksi bargain hunting investor global.
LAPORAN terbaru Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa covid-19 XFG atau covid-19 varian stratus menjadi varian yang paling dominan di Indonesia.
Pengawasan dan pemantauan di pintu masuk internasional tetap ditingkatkan melalui SatuSehat Health Pass (SSHP).
KASUS Covid-19 kembali naik, Pemerintah Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, mewaspadai munculnya Covid-19 JN1 dengan pengawasan ketat di pintu masuk kota.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
"Jadi bukan dari varian yang menginfeksinya. Kelompok dengan kekebalan rendah seperti lansia, orang dengan komorbid, diabetes, hipertensi, gangguan ginjal khususnya yang tidak terkontrol
"Peningkatan Kasus juga tidak ada hubungannya dengan peningkatan kasus di Singapura ya. Di Indonesia bukan lonjakan tapi peningkatan kasus karena dari 60 ke 267 kasus baru dari minggu ini saja,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved