Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH diminta mewaspadai penurunan daya saing ekspor produk sawit dalam jangka panjang akibat kampanye hitam yang dijalankan pihak-pihak asing.
Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung mengungkapkan, saat ini, kampanye hitam dilakukan dengan cara menghasut konsumen di beberapa negara untuk tidak menggunakan produk olahan dari sawit.
"Mereka menggunakan isu yang tidak benar yaitu menyebut sawit merusak lingkungan hingga akhirnya ada gerakan produk bebas minyak nabati," ujar Tungkon dalam keterangannya, Rabu (28/7).
Dalam jangka pendek, efek dari gerakan seperti itu memang belum dirasakan. Namun dalam jangka panjang, itu bisa menjadi ancaman yang berbahaya.
"Konsumen adalah jantung dari keberlangsungan sebuah produk. Kalau semakin banyak orang memercayai hal itu, jelas sangat berbahaya," ucapnya.
Ia pun berharap pemerintah bisa bertindak tegas terhadap LSM asing yang beroperasi di Indonesia dan memiliki kepentingan untuk mengganggu kestabilan ekonomi nasional.
Salah satu contoh, lanjutnya, adalah Mighty Earth. LSM tersebut aktif berkampanye untuk menyudutkan sumber daya alam Indonesia seperti produk kayu dan sawit.
Baca juga : IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 3,9%
"Mereka mengatasnamakan kepentingan masyarakat. Padahal lembaga ini tidak punya izin untuk beroperasi di Indonesia. Pemerintah memiliki legalitas untuk membekukan ormas melalui perpu pembubaran/UU ormas," tegas dia.
Adapun, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan Kasan Muhri menjelaskan, maraknya kampanye negatif ditujukan untuk menekan daya saing Indonesia di pasar internasional.
Hal tersebut dilakukan lantaran tingginya produktivitas sawit Indonesia yang menjadi ancaman bagi industri minyak nabati asal Amerika dan Uni Eropa.
“Sawit ini kan head to head dengan minyak nabati lain di Eropa seperti minyak kedelai, minyak bunga matahari, dan kanola. Sawit itu menang telak dari sisi produktivitas dan harga. Akibatnya, sawit terus diganggu dengan kampanye negatif,” terang Kasan.
Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung menegaskan kampanye negatif dengan kedok lingkungan harus segera dihentikan. Pemerintah harus berani bertindak tegas bila komoditas ekspor utama itu terus ditekan negara lain.
“Tak terbantahkan bahwa kampanye negatif tentang sawit adalah bagian dari politik dagang. Produktivitas sawit yang jauh lebih tinggi membuat penggunaan lahan jauh lebih kecil dibandingkan minyak nabati lainnya. Kalau sawit di-phase out akan memicu deforestasi lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan dunia,” tandasnya. (OL-7)
Normansyah menegaskan BPDP berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait dalam mempercepat program-program perkebunan tersebut.
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Produk Indonesia yang mendapatkan tarif 0% meliputi minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor
Kejagung menggeledah 16 lokasi terkait dugaan korupsi ekspor CPO, menyita dokumen, alat elektronik, dan mobil mewah. 11 tersangka ditahan 20 hari.
Kejagung mendalami dugaan korupsi ekspor CPO dan turunannya. Lebih dari 30 saksi diperiksa dan 11 tersangka telah ditahan selama 20 hari.
Samasindo menargetkan tingkat pemanfaatan kapasitas produksi hingga 80% pada 2025, meski perusahaan baru memulai operasi komersial pada awal September.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved