Kamis 22 Juli 2021, 19:15 WIB

Pemerintah Sudah Kucurkan Rp6,75 Triliun untuk Subsidi Listrik

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pemerintah Sudah Kucurkan Rp6,75 Triliun untuk Subsidi Listrik

MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi warga memasukkan nomor token listrik PLN.

 

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan realisasi stimulus sektor ketenagalistrikan untuk kuartal I 2021 mencapai Rp4,6 triliun untuk 33 juta pelanggan. Kemudian, hingga kuartal II 2021, pemerintah sudah menyalurkan Rp6,75 triliun.

Dana tersebut disalurkan melalui mekanisme diskon tarif, pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan rekening minimum bagi pelanggan sosial, bisnis dan industri.

"Ini di luar subsidi tahunan pada 2020 mencapai Rp 47,99 triliun (audited). Pada APBN 2021, kita anggarkan sebesar Rp53,59 triliun," ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari dalam seminar virtual, Kamis (22/7).

Baca juga: PLN Siap Salurkan Stimulus Listrik Hingga Desember 2021

Adapun realisasi stimulus sektor ketenagalistrikan yang disalurkan PT PLN (Persero) pada 2020 mencapai Rp13,16 triliun untuk 33 juta pelanggan. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan berpendapat dari berbagai bantuan pemerintah, pihaknya menilai subsidi listrik yang disalurkan PLN merupakan bantuan yang tepat sasaran.

Itu jika dibandingkan dengan jenis bantuan sosial lainnya. Menurut Mamit, data yang sudah dimiliki PLN lebih jelas dan rapi, sehingga penyaluran subsidi relatif lebih mudah.

"Tetapi, saya kira tetap harus kita pastikan tepat sasaran, karena ini berasal dari APBN. Data penerima harus benar, di samping syarat penerima harus diperketat," tutur Mamit.

Baca juga: Mensos Harap PKH Mampu Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menyebut stimulus listrik sebagai upaya perlindungan sosial dari pemerintah untuk masyarakat di masa PPKM. PLN juga meningkatkan keandalan jaringan listrik. Apalagi, banyak masyarakat yang harus beraktivitas di rumah selama pembatasan.

"Utamanya kita akan memastikan kualitas pelayanan. Daya arus harus cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami juga menyiagakan posko pelayanan yang sudah dilengkapi dengan peralatan penyokong," jelas Bob.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara

45 Kabupaten Luar Jawa-Bali Lanjutkan PPKM Level IV

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 02 Agustus 2021, 22:22 WIB
Provinsi dengan peningkatan kasus tertinggi, terjadi di Sulawesi Tengah, Riau, Sumatera Utara, Gorontalo, dan Kalimantan...
Ist

Rayakan HUT Ke-9, Lookboutiquestore Hadirkan Kembali Iconic Pieces

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 02 Agustus 2021, 21:58 WIB
Pada momen spesial ini, LBS mengangkat tema Reflect dengan tujuan mengajak tim dan juga customer untuk mengambil waktu sejenak, melihat...
MI/Rendy Ferdiansyah

Erick Thohir: Pandemi Sebabkan Harga Timah Dunia Membaik

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Senin 02 Agustus 2021, 21:14 WIB
MENTERI BUMN Erick Thohir mengakui pandemi covid-19 berdampak pada berkurangan stok timah, sehingga berdampak pada membaiknya harga timah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya