Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WALL Street naik tajam pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (21/7), rebound dari penurunan beruntun beberapa hari sebelumnya karena serangkaian laporan keuangan perusahaan yang optimis dan kebangkitan optimisme atas ekonomi telah memicu aksi beli.
Ketiga indeks utama saham AS naik lebih dari 1,0 persen dengan indeks saham unggulan atau blue-chips Dow, di tengah hari terburuknya dalam sembilan bulan, memimpin kenaikan.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 549,95 poin atau 1,62 persen, menjadi menetap di 34.511,99 poin. Indeks S&P 500 bertambah 64,57 poin atau 1,52 persen, menjadi berakhir di 4.323,06 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 223,89 poin atau 1,57 persen, menjadi 14.498,88 poin.
Indeks S&P 500 mencatat kenaikan pertamanya dalam empat hari terakhir serta mencatat hari terkuatnya sejak Maret. Nasdaq membukukan kenaikan pertamanya dalam enam sesi.
Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor industri dan keuangan masing-masing terangkat 2,74 persen dan 2,42 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor bahan pokok konsumen melemah 0,08 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.
“Ini adalah mentalitas buy-the-dip yang masuk ke pasar,” kata Chuck Carlson, kepala eksekutif di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana.
Saham-saham berkapitalisasi kecil dan transportasi yang sensitif secara ekonomi berkinerja lebih baik daripada pasar yang lebih luas.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang dijadikan acuan bangkit kembali dari posisi terendah lima bulan, setelah penurunan sesi tunggal terbesar sejak Februari di sesi sebelumnya. Ini membantu mendorong bank-bank yang rentan terhadap suku bunga naik 2,6 persen.
"Saham-saham yang sensitif secara ekonomi naik hari ini," tambah Carlson. “Ketika (imbal hasil obligasi) 10-tahun bergerak turun dalam periode singkat, itu biasanya tidak terjadi dengan ekonomi yang seharusnya tumbuh. Penguatan dalam (imbal hasil obligasi) 10-tahun menunjukkan bahwa mungkin ekonomi tidak akan jatuh tiba-tiba.”
Kekhawatiran yang meningkat atas varian Delta yang sangat menular dari COVID-19, yang sekarang bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi baru, telah memicu aksi jual dalam sesi terakhir ketika upaya vaksinasi di seluruh dunia mengumpulkan momentum.
"Hal-hal seperti varian Delta tentu dapat berdampak pada margin," kata Carlson. “Tidak perlu banyak ketakutan pada beberapa investor untuk menciptakan apa yang kita lihat kemarin.”
Musim pelaporan keuangan kuartal kedua telah mencapai langkah penuh, dengan 56 perusahaan di S&P 500 telah membukukan hasil. Dari jumlah tersebut, 91 persen telah mengalahkan konsensus, menurut Refinitiv.
Analis sekarang memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan S&P tahunan sebesar 72,9 persen untuk periode April-Juni, peningkatan yang signifikan dari pertumbuhan 54 persen yang diprediksi pada awal kuartal.
Halliburton Co menguat 3,7 persen setelah rebound harga minyak mentah mendorong permintaan jasa ladang minyak, mendorong perusahaan untuk membukukan laba kuartalan kedua berturut-turut.
Peloton Interactive Inc melonjak 6,7 persen setelah mengumumkan akan memberikan akses gratis kepada anggota UnitedHealth Group yang sepenuhnya diasuransikan ke kelas kebugaran langsung dan sesuai permintaan.
Saham Moderna jatuh 2,0 persen dalam sesi yang bergejolak pada Selasa (20/7/2021), karena perusahaan pembuat vaksin COVID-19 paling banyak diperdagangkan di Wall Street menjelang debutnya di S&P 500 pada Rabu waktu setempat. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Dolar AS Naik ke Level Tertinggi Triwulanan Terkerek Varian Covid-19
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Wall Street bereaksi keras atas ancaman terhadap independensi The Fed. Emas cetak rekor tertinggi saat investor mulai meragukan kredibilitas ekonomi AS.
IHSG dibuka hijau ke level 8.959 pada Rabu (7/1/2026). Penguatan didorong reli Wall Street dan progres dagang RI-AS. Simak rinciannya.
Indeks Dow Jones cetak rekor tertinggi sepanjang masa di tengah sentimen penangkapan Nicolás Maduro. Sektor energi dan finansial pimpin reli bursa Amerika Serikat.
Wall Street terguncang setelah Trump umumkan tarif baru hingga 40% terhadap 14 negara. Saham otomotif dan teknologi Jepang-Korea anjlok.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Minggu (25/5), mengungkapkan bahwa dirinya menyetujui untuk menunda rencana penerapan tarif impor 50% untuk Uni Eropa (UE).
KETIKA pengumuman tarif timbal balik Trump menimbulkan gelombang kejut di Wall Street, orang-orang terkaya di dunia kehilangan kekayaan bersih miliaran dolar hampir dalam semalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved