Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI perekonomian global yang masih fluktuatif saat ini tidak menyurutkan minat kesadaran dalam melakukan investasi. Emas merupakan satu instrumen investasi yang semakin bersinar sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia.
Tingginya minat investasi emas juga dapat dilihat pada pencatatan penjualan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sebesar 7,41 ton pada kuartal 1 2021 naik 45% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Sekretaris Perusahaan Antam Yulan Kustiyan menyebut tingginya minat dalam investasi emas karena sifatnya sebagai instrumen investasi lindung nilai atau safe haven.
"Seperti kita ketahui, emas memiliki sifat lindung nilai yakni nilainya tidak akan pernah turun. Makanya, emas bisa menjadi pilihan investasi jangka menengah dan jangka panjanag," kata Yulan dalam keterangan resmi, Kamis (1/7).
Melihat tren tersebut, Yulan memaparkan bahwa perusahaannya menggunakan berbagai strategi untuk memudahkan akses masyarakat dalam berinvestasi emas. "Berbagai strategi kami lakukan untuk memudahkan masyarakat dalam berinvestasi emas tentu dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya.
Saat ini pihaknya mengutamakan transaksi emas secara daring melalui website www.logammulia.com. Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat dan meminimalisasi kontak dan penyebaran covid-19. Ini juga memberikan kenyamanan lebih, karena masyarakat tinggal melakukan transaksi melalui gadgetnya di rumah dan duduk santai menunggu emas yang dibeli untuk diantar.
Selain transaksi daring, saat ini masyarakat juga bisa membeli emas secara langsung melalui jaringan Butik Emas Logam Mulia Antam yang tersebar di 11 kota besar di Indonesia. "Saat ini butik emas Antam sudah beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat dan menyesuaikan peraturan daerah setempat. Selain itu, kami sudah melaksanakan pameran di beberapa lokasi untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas," imbuh Yulan.
Sebagai salah satu produk top of mind, Yulan menyakini produk emas Antam akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat yang melakukan investasi logam mulia. "Kami optimistis masyarakat akan lebih memilih investasi emas di Antam mengingat saat ini Antam merupakan satu-satunya perusahaan pengolahan dan pemurnian emas di Indonesia yang telah memiliki sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA)," kata Yulan. Dengan sertifikasi tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir dengan jaminan dan kualitas produk emas Antam. (OL-14)
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan emas nasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bahan baku industri emas domestik.
Kolaborasi Memperkuat Ketersediaan Bahan Baku Emas Domestik
Harga emas Antam diperkirakan akan kembali menguat pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, setelah lonjakan Rp16.000 pada Senin. F
Garitan Kalongliud diinisiasi oleh Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor Antam bersama masyarakat desa sebagai model pertanian sirkular terpadu.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Update harga emas Antam hari ini Jumat 13 Maret 2026 tetap di Rp3.042.000 per gram. Cek rincian harga buyback dan analisis pasar global terbaru.
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Harga emas Antam hari ini, Senin (9/3/2026), turun tajam ke level Rp3.004.000 per gram. Simak rincian harga buyback dan analisis harga emas dunia terkini.
Prediksi harga emas dalam seminggu berpotensi melonjak ke Rp3,15 juta. Simak analisis sentimen geopolitik Selat Hormuz dan dampaknya ke logam mulia.
Kolaborasi Memperkuat Ketersediaan Bahan Baku Emas Domestik
IHSG tertekan tajam 2,65% pada 2 Maret 2026 akibat eskalasi konflik AS-Iran yang memicu lonjakan harga minyak dan emas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved