Rabu 02 Juni 2021, 20:01 WIB

Kementan Dorong Penyuluh Beri Penyuluhan Lewat Medsos Youtube

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Dorong Penyuluh Beri Penyuluhan Lewat Medsos Youtube

Ist/Youtube Penyuluh Pertanian Lapangan
Kementan meminta penyuluh pertanian memanfaatkan media sosial seperti Youtube.

 

PENINGKATAN kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memanfatkan media sosial kanal Youtube.

Hal tersebut menjadi materi dalam event virtual Saung Insan Pertanian Jambi (Sintani). 

Acara ini merupakan kerja sama antara Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi Kementian Pertanian dengan UPTD Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultra, dan Peternakan Provinsi Jambi. 

Kegiatan yang mengangkat tema 'Penyuluh Menjadi Youtuber' ini sekaligus menjadi wadah belajar bagi insan pertanian, terutama petani dan penyuluh pertanian. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta agar penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian terus ditingkatkan.

“Kita terus mendorong pertanian yang maju, mandiri dan modern. Modern itu berarti di dalamnya kita bicara SDM. Bagaimana mau cepat kalau masih pakai kendaraan kemarin. Bagaimana mau maju kalau ilmunya, teknologinya, mekanisasinya masih seperti yang kemarin,” kata Mentan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pandemi covid-19 Ini mempengaruhi perekonomian, namun sektor pertanian semakin kokoh lantaran kerja keras petani didampingi penyuluh.

“Penyuluh harus turun ke lapangan, dan mendampingi petani. Dalam kondisi apa pun, pangan tidak boleh bermasalah. Pangan tidak boleh bersoal. Untuk itu, kita harus tanam dan memastikan produksi tidak berhenti,” ujar Dedi dalam keterangannya, Rabu (2/6).

Dedi menambahkan perkembangan teknologi komunikasi yang begitu pesat menghasilkan banyak media komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi. Salah satu media komunikasi yang dapat digunakan adalah media sosial. 

“Media sosial juga bisa dimanfaatkan dalam menyebarluaskan informasi pertanian. Penyuluh sebagai agen perubahan sekaligus diseminator informasi pertanian dituntut mampu memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya," katanya.
 
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini  penyuluh Kostratani Depati VII Jakes sito serta penyuluh Kostratani Muara Siau dan Pamenang Barat yaitu Ujang Suryadi dan Iput Kurniawan.
 
Jakes sito menjelaskan dengan kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini penyuluh pertanian dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi penyuluhan. Penggunaan media audio visual menjadi hal mutlak diperlukan. 
 
“Penyuluh sebagai agen perubahan sekaligus diseminator informasi pertanian dituntut mampu memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya,” ujar Jakes.

Peserta yang mengikuti Sintani vol 8 tidak hanya berasal dari Provinsi Jambi saja, namun juga diikuti oleh peserta yang berasal dari sejumlah wilayah di Nusantara. Total peserta yang mengikuti sebanyak 256 orang melalui zoom meeting dan live streaming dari Youtube Bapeltan Jambi. 

Antusias peserta juga tampak pada banyaknya pertanyaan baik melalui live zoom maupun streaming Youtube. Selain itu peserta juga mendapatkan hadiah menarik untuk yang bisa menjawab pertanyaan seputar materi dari para narasumber. (RO/OL-09)

Baca Juga

Mi/galih Pradipta

Ini Potensi Indonesia jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 23 September 2021, 13:42 WIB
Saat ini hal yang paling penting untuk didorong ialah peningkatan sertifikasi halal agar produk dalam negeri dapat memiliki daya saing baik...
medcom

Realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional Capai 53,2%

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 23 September 2021, 13:35 WIB
"Realisasi PEN per 17 September mencapai Rp395,92 triliun, atau 53,2% dari pagu Rp744,77 triliun," ujar Menteri Keuangan Sri...
Ilustrasi

Ekonomi Triwulan III Diprediksi Tumbuh 5%

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 23 September 2021, 13:16 WIB
Perkiraan tersebut dilandasi pada tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut kendati sempat tersendat pada Juli hingga awal Agustus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya