Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4%.
LPS juga memangkas bunga penjaminan simpanan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 25 bps menjadi 6,5%. Kemudian, bunga penjaminan untuk valuta asing pada bank umum sebesar 25 bps menjadi 0,5%.
"Tingkat bunga penjaminan berlaku untuk periode 29 Mei 2021 sampai dengan 29 September 2021," ungkap Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers virtual, Jumat (28/5).
Baca juga: BI Masih Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,50%
Purbaya menjelaskan kebijakan penurunan tingkat bunga penjaminan LPS berdasarkan sejumlah pertimbangan. Di antaranya, arah suku bunga simpanan perbankan yang menunjukkan tren penurunan.
Suku bunga simpanan diperkirakan masih melanjutkan tren penurunan, yang ditopang oleh kelonggaran likuiditas perbankan. Kebijakan LPS juga sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia, yang masih akan menerapkan kebijakan suku bunga rendah.
"LPS juga mencermati intensitas persaingan suku bunga simpanan, yang cenderung menunjukkan penurunan. Meskipun kecepatan penurunan suku bunga antarbank belum cukup merata," tutur Purbaya.
Baca juga: LPS: Simpanan Masyarakat di Bank Meningkat
LPS turut mempertimbangkan prospek likuiditas perbankan yang tetap stabil dan cenderung longgar, sebagai dampak dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Sementara itu, fungsi intermediasi masih lemah, walaupun mulai membaik.
Kinerja pertumbuhan kredit bank umum cenderung masih terkontraks. Pada Maret 2021, tercatta turun 3,77%, lalu di April 2021 mulai membaik, namun trennya masih negatif. “Pertumbuhan DPK berada di level yang tinggi, yaitu 9,50% dan di April 2021 juga meningkat,” pungkasnya.
Kondisi tersebut berdampak pada indikator rasio simpanan terhadap pinjaman (LDR) perbankan, yang cenderung tetap rendah di level 80,7%. "Faktor ketiga adalah kondisi stabilitas sistem keuangan domestik yang relatif terkendali, di tengah ketidakpastian ekonomi global," tutup Purbaya.(OL-11)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama CIMB Niaga Finance mempertegas komitmennya dalam memperluas literasi keuangan
Festival ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
HMJ Perbankan Syariah UIN Alauddin Makassar gelar seminar internasional bertema sinergi pemangku kepentingan untuk memperkuat ekonomi syariah yang tangguh dan berkelanjutan.
Di balik peran pentingnya sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution menyimpan sisi personal yang menarik.
Presiden Prabowo resmi melantik 25 pejabat tinggi dan 10 duta besar baru dalam rangka memperkuat struktur birokrasi dan diplomasi Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved