Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

LPS Gandeng CIMB Niaga Finance Perkuat Pendidikan Keuangan di Pelosok NTT

Andhika Prasetyo
30/12/2025 13:28
LPS Gandeng CIMB Niaga Finance Perkuat Pendidikan Keuangan di Pelosok NTT
LPS dan CIMB Niaga memberikan edukasi keuangan di sekolah dasar di NTT.(LPS)

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama CIMB Niaga Finance mempertegas komitmennya dalam memperluas literasi keuangan dan pemerataan akses pendidikan di wilayah pelosok melalui kegiatan Jurnalis Trip, CSR & Literasi Keuangan yang digelar di SD Inpres (SDI) Rata, Kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kegiatan tersebut, LPS dan CIMB Niaga Finance menyalurkan bantuan penunjang pendidikan kepada 61 siswa SDI Rata berupa tas sekolah, buku tulis, alat tulis, dan tumbler. Sekolah juga memperoleh peralatan olahraga seperti bola sepak, bola voli, dan net untuk mendukung aktivitas fisik sekaligus penguatan karakter siswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Oscar Yosep Amekae Sina, S.STP., yang hadir sebagai pemateri capacity building, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting bagi pembangunan generasi muda, terlebih di wilayah terpencil.
“Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga membangun ketekunan, disiplin, serta karakter siswa. Ini menjadi modal penting agar anak-anak di pelosok mampu meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sebagai perwakilan pemerintah daerah, Oscar juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi kedua lembaga tersebut. “Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada LPS dan CIMB Niaga Finance atas dukungan nyata bagi dunia pendidikan di SD Inpres Rata. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak di wilayah terpencil,” tegasnya.

Dalam sesi literasi keuangan, Sandy Romualdus, perwakilan Jurnalis Trip sekaligus Redaktur Majalah Stabilitas, menekankan pentingnya menumbuhkan budaya menabung sejak dini dan mengenalkan peran lembaga keuangan formal.
“Menabung harus menjadi kebiasaan sejak usia sekolah. Bukan soal besar kecilnya nominal, tetapi konsistensi dan kesadaran mengelola uang secara bijak,” kata Sandy.

Ia juga menjelaskan tentang peran LPS dalam sistem keuangan nasional. “Masyarakat tidak perlu menyimpan uang di bawah bantal. Jangan takut menabung di bank, karena simpanan Anda dijamin oleh negara melalui LPS hingga Rp2 miliar,” jelasnya, sembari menerangkan bahwa penjaminan berlaku sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sandy turut memaparkan bahwa CIMB Niaga Finance tidak hanya berperan sebagai perusahaan pembiayaan, tetapi juga aktif dalam tanggung jawab sosial.
“CIMB Niaga Finance hadir memberikan pembiayaan bagi kegiatan ekonomi produktif, sekaligus menjalankan program CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan, termasuk di bidang pendidikan dan literasi keuangan,” ujarnya.

Dari perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG), kegiatan ini menunjukkan komitmen LPS dan CIMB Niaga Finance pada aspek sosial, terutama dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di daerah tertinggal. Edukasi menabung sejak dini dan pengenalan lembaga keuangan formal diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.

Kepala SD Inpres Rata, Beatriks Pia, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima sekolahnya. “Kami sangat berterima kasih kepada LPS dan CIMB Niaga Finance atas perhatian yang diberikan kepada sekolah kami. Bantuan ini menjadi penyemangat besar bagi anak-anak,” ujarnya.

Beatriks menjelaskan bahwa dari 61 siswa penerima bantuan, terdapat satu siswa kelas II yang meninggal dunia akibat kecelakaan pada Agustus lalu. Bantuan tetap diberikan kepada keluarga karena adik korban masih bersekolah di TK. Pada hari pelaksanaan kegiatan, 38 siswa hadir, sementara 23 siswa tidak dapat datang karena terhambat banjir saat menyeberangi Kali Aesesa, sakit, dan satu siswa telah meninggal dunia.

“Bagi siswa yang tidak hadir karena kendala banjir dan sakit, bantuan dititipkan kepada guru untuk kemudian diserahkan setelah siswa masuk sekolah kembali usai libur Natal,” jelasnya.

SD Inpres Rata berada di wilayah terpencil. Rata-rata siswa menempuh jarak sekitar satu kilometer dari rumah ke sekolah, bahkan sebagian harus menyeberangi Kali Aesesa setiap hari karena belum adanya jembatan penghubung.
“Saat debit air meningkat, anak-anak kesulitan menyeberang bahkan ada yang harus belajar dengan pakaian basah. Ini tantangan besar bagi kami di pelosok. Karena itu, kehadiran LPS dan CIMB Niaga Finance menjadi kado terindah menjelang Tahun Baru,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman tanaman produktif di lingkungan sekolah yang melibatkan siswa secara langsung. Sebanyak 15 titik ditanami bibit cabai keriting dan tiga titik ditanami bibit mangga arumanis di halaman dan kebun sekolah.

“Kegiatan menanam ini kami jadikan bagian dari pembelajaran karakter dan kewirausahaan. Sebelumnya, tanaman pepaya yang ditanam siswa sudah berbuah dan hasil penjualannya kami gunakan untuk membeli bibit baru. Selain itu, tanaman sawo yang ditanam beberapa waktu lalu kini tumbuh setinggi anak-anak,” pungkas Beatriks. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik