Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA harus mulai menerapkan ekonomi inklusif agar bisa meminimalisasi tingkat kemiskinan, utamanya pascapandemi covid-19. Dalam penerapan ekonomi inklusif tersebut, pemerintah akan mendorong rumah tangga untuk naik kelas dan terlibat dalam proses ekonomi pembangunan yang lebih luas.
Demikian disampaikan Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Vivi Yulaswati dalam Forum Diskusi Denpasar 12 bertajuk Antisipasi Kemiskinan Pasca Pandemi secara virtual, Rabu (28/4).
“Salah satu syarat atau faktor kuncinya adalah berbagai program-program pemerintah bagi masyarakat itu harus bertumpuk di dalam rumah tangga, komunitas, termasuk wilayah miskin,” tuturnya.
Dia bilang, penumpukan program-program perlindungan sosial itu dapat meningkatkan ekonomi penerima manfaat. Misal, penerima manfaat akan memperoleh penguatan pendapatan, aset, konsumsi meningkat, dan kemampuan untuk menabung juga meningkat.
Hal itu, kata Vivi, diberikan dengan pendampingan dari pemerintah. Sebab, masyarakat prasejahtera dan rentan perlu untuk diarahkan dalam pengelolaan keuangan. “Kalau itu sudah menumpuk dan berhasil, maka dalam waktu 36 bulan atau 3 tahun, mereka yang berada di posisi extreme poverty itu bisa dientaskan,” jelasnya.
Pararel dengan langkah itu, pemerintah juga harus mendorong penguatan kelompok masyarakat menengah, atau yang disebut Bank Dunia sebagai expired middle class. Golongan ini berada tipis di atas garis kemiskinan dan perlu untuk ditingkatkan dan dijaga perekonomiannya agar tidak masuk ke dalam jurang kemiskinan.
Hal itu dapat diimplementasikan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemanfaatan dan optimalisasi dana desa, pembangunan infrastruktur skala kecil, pemberian nutrisi, pengendalian konsumsi rokok, pengembangan kawasan ekonomi produktif, dan tak kalah penting pengembangan teknologi informasi.
Di kesempatan yang sama, ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Lilik Sugiharti menuturkan, peta kemiskinan rumah tangga memiliki sirkulasi lingkaran. Itu berarti tanpa adanya intervensi pemerintah, masyarakat miskin akan tetap terjebak dalam lingkaran kemiskinan tersebut.
Lingkaran kemiskinan itu tecermin dari adanya keterbelakangan, ketidakseimbangan pasar, dan kurangnya modal yang berpotensi mengurangi produktivitas. Berkurangnya produktivitas akan menghasilkan pendapatan yang rendah. Pendapatan rendah itu membuat tabungan rumah tangga sangat kecil, atau bahkan sama sekali tidak ada. Minmnya tabungan akan berdampak pada sedikit, atau sama sekali tidak adanya investasi maupun modal.
“Itu akan kembali lagi ke awal dan ini tidak akan ada habisnya,” kata Vivi. (E-3)
PRESIDEN Prabowo Subianto menekankan pentingnya integrasi program-program strategis pemerintah sebagai langkah percepatan pengentasan kemiskinan.
Sektor perumahan menjadi salah satu instrumen strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
KPPOD menilai 25 tahun otonomi daerah menunjukkan kemajuan penurunan kemiskinan dan peningkatan IPM, namun tren resentralisasi dan ketergantungan fiskal ke pusat menguat.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.
BPS mencatatkan bahwa tingkat kemiskinan pada September 2025 pada angka sebesar 8,25% atau mengalami penurunan jika dibandingkan kondisi Maret 2025 yang tercatat 8,47%.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
Paviliun Indonesia tidak hanya menyajikan kekayaan alam dan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi, peluang investasi, dan kerja sama di panggung global.
DEPUTI Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas menekankan agar pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati harus dikelola secara bertanggung jawab.
Pemprov Kalsel juga berkomitmen mendorong pemanfaatan Geopark Meratus sebagai penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved