Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka mengembangkan jaringan bisnis ke pasar internasional, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menyelenggarakan pelatihan Treaty Reinsurance dengan menggandeng perusahaan induk, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance). Tugure menghadirkan mentor dari broker reasuransi internasional ternama, Aon Benfield.
Digelar di Bogor pada Kamis (8/4) dan Jumat (9/4), pelatihan itu dirancang untuk membekali pengetahuan dan kemampuan bagi tim underwriter Tugure dan Tugu Insurance untuk mulai menggencarkan laju inward business ke luar negeri dengan mekanisme reasuransi dan retrosesi. Direktur Teknik Tugure Fadlil Iswahyudi mengatakan, perusahaan reasuransi tak hanya memerlukan diversifikasi dari sisi produk tapi juga dalam cakupan sebaran geografisnya.
Dengan begitu, eksposur perusahaan tidak hanya terpusat di Indonesia, melainkan juga tersebar di belahan dunia lain. "Hal ini dilakukan untuk balancing portofolio. Sebagai contoh bila ada klaim dari belahan dunia bagian utara, premi dari belahan bumi bagian selatan mencukupi untuk membayarnya. Artinya, diharapkan nanti kami akan siap meng-cover klaim dengan diversifikasi yang ada," paparnya, dalam keterangan resmi, Sabtu (10/4).
Secara garis besar, retrosesi merupakan pelimpahan risiko dari satu perusahaan reasuransi ke reasuransi yang biasanya di luar negeri. Sama dengan prinsip perusahaan asuransi yang melimpahkan risikonya kepada reasuradur, retrosesi pun bertujuan mengurangi potensi beban klaim yang akan muncul.
Penguatan kapabilitas reasuransi untuk luar negeri, lanjut Fadlil, akan memainkan peran fundamental dalam mewujudkan visi Tugure sebagai reasuradur dengan kapasitas regional di ASEAN pada 2024. "Kami mulai dari porsi kecil dulu, mempelajari perilaku di masing-masing pasar, untuk kemudian kami kaji sebagai dasar strategi bisnis ke depan," tambahnya.
Lebih lanjut Fadlil memaparkan saat ini pihaknya pun tengah berfokus pada perolehan rating internasional dari AM Best. Hal ini akan memuluskan Tugure untuk memperoleh bisnis dengan risiko yang terukur. Untuk tahap ini, Tugure bersinergi dengan perusahaan induk, Tugu Insurance, dalam mencari prospek inward business di luar negeri. "Dengan bersinergi bersama Tugu Insurance yang punya rating internasional A- dari AM Best, kami berada pada posisi yang bagus untuk bisa mendapatkan bisnis luar negeri dengan risiko yang wajar dan terukur guna diversifikasi ke depan," pungkasnya. (RO/OL-14)
DALAM rangka memperkuat penetrasi pasar dan memaksimalkan potensi pembiayaan di wilayah Jawa Barat, PT Shinhan Indo Finance (SIF) mengoptimalkan kembali operasional Kantor Cabang Bandung.
Dalam rancangan awal, kewajiban ini akan menyasar perusahaan dengan skala besar, yakni yang memiliki jumlah karyawan minimal 2.000 orang.
Melalui sistem Unified User, hambatan administrasi dalam proses rekrutmen diminimalisir.
MEREK perawatan kulit asal Korea Selatan, Innisfree, menutup seluruh gerai fisiknya di Indonesia. Perusahaan tetap melayani konsumen melalui penguatan kanal digital dan retailer resmi.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
PERUSAHAAN harus mampu menjalankan dua mesin secara paralel yaitu menjaga bisnis inti tetap optimal sambil terus melakukan langkah-langkah inovasi terobosan.
Pertama, Rezky telah meresmikan lapangan padelnya di kawasan Bintaro. Terbaru, ia baru saja membuka Monarch Padel Club di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (14/2).
MENUTUP 2025, pertumbuhan bisnis BRI Life meningkat signifikan. Ini ditunjukkan oleh pertumbuhan profit meningkat 25,4% dari Rp760,4 miliar pada 2024 menjadi Rp954 miliar pada 2025.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved