Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno menyinggung pernyataan pihak PT Pertamina (Persero) soal penyebab kebakaran di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, karena petir adalah hal yang konyol.
Dia menilai, seharusnya perwakilan pejabat dari perusahaan pelat merah itu tidak pantas memberikan statement yang belum terbukti kebenarannya.
Komentar pertama pertamina ketika ini terjadi adalah kejadian akibat tersambar petir, menurut kami ini konyol. Ini sama dengan (pernyataan) PLN soal mendadak ada kenaikan tagihan pelanggan karena (bilang) masyarakat sedang di rumah nonton drakor, ini konyol," kata Eddy dalal rapat kerja Komisi VII dengan Pertamina, Senin (5/4).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menuding statement yang disampaikan Corporate Secretary Subholding Refining and Petrochemical Pertamina Ifky Sukarya soal dugaan petir jadi penyebab kebakaran, dianggap tidak merepresentasikan Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia.
Baca juga: Pertamina Libatkan Asing Usut Penyebab Kebakaran Balongan
"Menurut saya masyarakat perlu sebuah berita yang menenangkan, (misalnya) bahwa kebakaran ini tidak akan menyebar. Ini justru tidak merefleksikan pertamina jadi world class company," pungkas Eddy.
Sementara itu Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran Kilang Balongan terjadi pada tangki, Senin (29/3) dini hari. Pihaknya melibatkan tim internal dan eksternal untuk mengungkap insiden tersebut.
Nicke juga mengungkapkan, kejadian kebakaran tersebut mengakibatkan 35 orang terluka. 25 orang di antaranya mengalami luka ringan dan dinyatakan sudah kembali ke rumah masing-masing.
Sementara 10 orang lainnya masih dirawat, 6 orang di antaranya dirawat di Rumah Sakit Pertamina guna mendapatkan penanganan medis dan 4 orang lainnya di rawat di RS Pertamina Balongan.
"Kami ingin mengucapkan permohonan maaf dulu karena terjadinya insiden kebakaran tangki di area kilang Balongan, tentu ini bukan hal yang kita inginkan. Penanganan dampak kami akan lakukan, baik yang short term maupun long term," pungkas Nicke. (OL-4)
Praktisi hukum Febri Diansyah menyoroti tuntutan 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun terhadap Kerry Riza dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak PT Pertamina.
Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Kerry Adrianto Riza, menolak tuntutan jaksa 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun.
Komisi VI memberikan apresiasi atas kerja keras Pertamina dalam merespons bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra yang terjadi pada jelang akhir tahun lalu.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menyoroti agenda transformasi BUMN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR bersama PT Pertamina (Persero).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan seluruh kapal milik PT Pertamina harus dibangun di galangan kapal dalam negeri.
Kerry Adrianto Riza, saksi mahkota dalam kasus korupsi tata kelola minyak, membantah tekanan dari ayahnya atau Irawan Prakoso terkait kontrak sewa terminal BBM OTM dengan Pertamina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved