Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Indonesia cenderung optimistis bahwa perekonomian nasional dapat membaik dalam setahun ke depan, walaupun pandemi covid-19 belum mereda. Hal itu tecermin dalam survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Konsulting (SMRC).
"Warga relatif optimis dengan prospek keadaan ekonomi rumah tangga. Sekitar 54,7% mengatakan akan lebih baik, 14% menilai jauh lebih buruk dan 23,8% mengatakan tidak ada perubahan dan sisanya tidak menjawab," ujar Direktur Eksekutif SMRC Sirajuddin Abbas dalam rilis survei secara daring, Kamis (1/4).
Dari hasil survei, juga diketahui kondisi ekonomi rumah tangga pada 2021 jika dibandingkan dengan 2020. Menurut Sirajuddin, mayoritas warga atau 59% menilai kondisi ekonomi pada 2021 jauh lebih buruk dibandingkan tahun lalu.
Baca juga: Jokowi: Keterbukaan Informasi Faktor Kesuksesan Penanganan Pandemi
Lalu, 62,4% reponden menilai ekonomi nasional dalam kondisi buruk. Sementara itu, 20,8% beropini tidak ada perubahan dan selebihnya menyatakan lebih baik. Kendati demikian, mayoritas responden menilai hasil kinerja pemerintah sudah baik.
Sekitar 77% responden menyatakan cukup puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo. Adapun 22,3% mengaku tidak puas dan tidak menjawab sebesar 0,6%. Lalu, 69,2% responden menjawab cukup puas dengan kerja pemerintah menangani pandemi Covid-19.
"Ada peningkatan dari Oktober 2020 sebesar 61% menjadi 69% pada Maret 2021," imbuh Sirajuddin.
Baca juga: Inflasi Masih Tercatat Melandai
Adapun survei SMRC melibatkan 1220 responden dengan margin of error 3,07%. Wawancara dilakukan sepanjang 28 Februari-8 Maret 2021.
Menanggapi hasil survei, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menyebut hasil survei merefleksikan kesulitan yang dirasakan masyarakat di tengah pandemi covid-19.
Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera berpendapat bahwa vaksinasi covid-19 membawa optimisme bagi masyarakat. Namun, dia meminta pemerintah untuk membuat kebijakan yang akurat dan menyentuh langsung hajat hidup orang banyak.(OL-11)
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved