Rabu 24 Maret 2021, 12:55 WIB

Presiden Jokowi: Bangun Infrastruktur untuk Bangun Peradaban

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Presiden Jokowi: Bangun Infrastruktur untuk Bangun Peradaban

MI/Biro Pers Sekretariat Presiden-Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo bersama Menhub Budi Karya Sumadi dan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba resmikan Bandara Kaubang, Halmahera Utara.

 

PRESIDEN Jokowi menegaskan pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk mendirikan bangunan secara fisik tapi juga demi mendorong peradaban baru bagi masyarakat.
  
"Infrastruktur itu adalah membangun peradaban ini yang sering tidak kita sadari, bahwa infrastruktur membangun peradaban," kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan terminal Bandara Kuabang di kabupaten Halmahera Utara provinsi Maluku Utara, Rabu (24/3).
  
"Banyak yang bertanya kepada saya kenapa infrastruktur menjadi fokus dalam pembangunan di negara kita Indonesia sekarang ini. Perlu saya sampaikan bahwa infrastruktur bukan hanya fisiknya, tetapi banyak hal yang akan muncul dan berkembang karena dibangunnya infrastruktur," ungkap Presiden.
  
Dalam peresmian tersebut, Presiden Jokowi juga didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan pejabat terkait lainnya.
  
"Bayangkan misalnya dulu sebelum ada jalan dari Halmahera Utara menuju ke Sofifi kita harus jalan kaki, sekarang setelah jalannya ada berarti bisa naik bus, naik sepeda motor bisa naik mobil, membangun peradaban baru," tambah Presiden.
  
Ketika bandara hadir di tengah masyarakat, menurut Presiden Jokowi, hal tersebut juga menumbuhkan peradaban baru.
  
"Misalnya sekarang ada bandara artinya apa? Kita disiplin harus tepat waktu karena datang ke bandara untuk terbang ke kota lain dan jamnya sudah ditentukan kalau tidak akan ditinggal pesawat, itu juga membangun kedisplinan baru, membangun peradaban," ungkap Presiden.
  
Keberadaan infrastruktur juga menciptakan daya saing sehingga daerah tersebut dapat berkompetisi dengan daerah lainnya. 

"Bahwa membangun infrastruktur bukan hanya melulu fisik, tidak, tapi juga membangun sebuah kompetisi, membanguncompetitiveness, daya saing dengan negara-negara lain," tambah Presiden.
  
Selain itu pembangunan infrastruktur termasuk bandara juga dapat menjadi jalan keadilan sosial serta persatuan dan kesatuan Indonesia.
  
"Dari Halmahera Utara bisa terbang ke Jakarta, bisa terbang ke Aceh, bisa terbang ke Kalimantan juga bisa terbang ke Timur ke Papua, ini bisa menyatukan," ungkap Presiden.
  
Presiden Jokowi pun berharap agar Bandara Kuabang dapat memunculkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru meski pada masa pandemi bandara itu hanya beroperasi untuk pesawat carter.
  
"Pagi hari ini saya perintahkan kepada Menteri Perhubungan dan dirjen perhubungan udara untuk di airport Kuabang ini paling tidak secepatnya diusahakan minimal seminggu dua kali flight menuju ke sini. Sehingga nanti kalau keadaan normal bukanya tidak terlalu kencang, kemudian nanti saat keadaan normal tiga kali sehari," kata Presiden.
  
Dengan panjang landas pacu 2.400 x 30 meter, Bandara Kuabang dapat didarati oleh pesawat jenis narrow body. Terminal penumpang Bandara Kuabang dibangun dengan dana APBN sekitar Rp50,82 miliar dengan luas 3.500 meter persegi yang dapat menampung hingga 160.000 penumpang per tahun.
  
Bandara ini juga memiliki landasan hubung (taxiway) 100 x 23 meter dan landasan parkir (apron) 157 x 72 meter, yang mampu menampung sebanyak tiga pesawat jenis ATR dan satu pesawat jenis Boeing. Bandara Kuabang difungsikan sebagai alternatif dari Bandara Sultan Babullah di Ternate yang berlokasi dekat dengan daerah Sofifi sebagai ibukota Provinsi Maluku Utara.

baca juga: Jokowi akan Resmikan Terminal Baru di Bandara Kuabang
  
Bandara Kuabang merupakan salah satu pintu masuk melalui udara di Kabupaten Halmahera Utara yang penting untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan ke Kabupaten Halmahera Utara yang memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan bahari andalan seperti pantai Luari, taman laut Tupu-Tupu, Tagalaya dan Pawole, laguna Tagalaya, Pulau Kakara, Pulau Bobale, pulau-pulau kecil Loloda dan pantai Panamboang.
  
Selain itu, bandara ini juga berpotensi melayani orang dan barang, untuk mendukung operasional pertambangan emas yang ada di daerah Gosowong, Kabupaten Halmahera Utara, yang dikelola oleh perusahaan pertambangan PT Nusa Halmahera Minerals. (Ant/OL-3)

Baca Juga

Antara

Harga Emas Naik Tajam 14,4 dolar, Imbas Melemahnya Dolar AS

👤Muhamad Fauzi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 06:31 WIB
HARGA emas naik relatif tajam pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (21/10), karena melemahnya dola AS dan kekawatiran...
Dok. kemendag

Tiga UKM Binaan ECP Kemendag Kembali Tembus Pasar Ekspor 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 00:08 WIB
PT Agro Global Sentosa dari Makassar melakukan ekspor cengkeh lalpari ke pasar Singapura dengan nilai transaksi USD 90...
Antara/Fauzan

Dorong Perlindungan Bagi Pekerja Perempuan, Kemenaker : Perlu Dialog Intensif Pekerja dan Perusahaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 23:59 WIB
"Dialog sosial akan sangat berpengaruh dan memberikan manfaat bagi inklusivitas pekerja perempuan di dunia kerja,"...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya