Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Komite Tetap Industri Peternakan dan Kemitraan Kadin Indonesia Yudi Guntara Noor menyampaikan bahwa masyarakat harus mengetahui perbedaan dari daging sapi segar, daging sapi beku, dan daging kerbau beku, karena berpengaruh pada harga jual.
Yudi dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh Meat & Livestock Australia (MLA) dipantau di Jakarta, Senin, mengatakan masyarakat tidak mengetahui ada daging kerbau beku, namun sebenarnya daging jenis tersebut dijual di pasaran dan dibeli oleh konsumen di pasar-pasar tradisional.
Dia mengungkapkan pedagang daging di pasar tradisional kerap mencampur antara daging sapi beku ataupun daging kerbau beku hasil impor dari luar negeri dengan daging sapi segar yang dipotong di Indonesia.
Namun seringnya, daging beku tersebut dicairkan dan dijual kepada masyarakat di pasar tradisional sebagai daging sapi segar. "Pedagang 50 persen menjual daging kerbau karena mereka jual sebagai daging sapi," kata Yudi.
Padahal sebenarnya, kata Yudi, terdapat perbedaan kualitas dan harga di antara ketiga jenis daging tersebut.
Daging sapi segar ialah daging yang didapatkan dari sapi yang diternakan dan dipotong di Indonesia, baik itu sapi lokal maupun sapi hidup yang diimpor dari luar negeri.
Daging sapi segar memiliki harga yang lebih mahal karena merupakan daging segar dari sapi yang tak lama dipotong.
Sementara daging sapi beku adalah daging yang diimpor dari negara lain seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, ataupun India. Harga daging sapi beku lebih murah dari daging sapi segar. Daging ini berasal dari sapi yang dipotong dari negara asalnya dan dikirimkan dalam bentuk beku agar bisa tahan lebih lama.
Begitu juga dengan daging kerbau beku, berasal dari kerbau yang dipotong di negara importir dan dikirim ke Indonesia dalam bentuk beku untuk meningkatkan waktu simpan. Daging kerbau beku inilah yang harganya paling murah di antara harga daging jenis lain.
Namun, menurut Yudi, perihal seperti ini belum teredukasi dengan baik di kalangan masyarakat.
Yudi mengakui bahwa masyarakat Indonesia lebih senang membeli daging sapi segar ketimbang daging beku hasil impor dari luar negeri. Menurutnya, pencampuran daging sapi segar dan daging sapi beku ini tidak dilakukan di pasar swalayan. (Ant/OL-12)
Harga daging sapi di sejumlah pasar di Jakarta Selatan dilaporkan relatif stabil menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Menjelang bulan Ramadhan, harga daging sapi di pasar mengalami kenaikan. Lonjakan harga terjadi setelah para pedagang menghentikan aksi mogok dagang selama tiga hari pada akhir Januari lalu.
Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Pemerintah tidak akan ragu menindak produsen maupun distributor yang menaikkan harga daging sapi melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
Dalam pola makan seimbang, daging berperan penting untuk pertumbuhan, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan diolah dengan cara sehat
Perumda Dharma Jaya memastikan bahwa stok daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah aman.
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Dengan langkah penyimpanan yang tepat, sisa daging tetap lezat, aman, dan siap disantap keesokan harinya.
Daging merupakan salah satu bahan pangan utama karena mengandung protein hewani, zat besi, zinc, dan vitamin B kompleks yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
Risiko kontaminasi bakteri dapat terjadi akibat air yang digunakan di rumah belum tentu sebenarnya berada dalam kondisi yang higienis, baik menggunakan air galon maupun keran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved