Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMILIKI bisnis yang sukses pasti adalah mimpi dari sekian banyak orang di dunia. Namun tidak semua orang mampu meraihnya alasannya karena kesuksesan bisa diraih selama kita gigih dan pantang menyerah. Ada yang memulai bisnis dari SMA atau mulai dari bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan modal.
Renaldy Pujiansyah, anak muda Kalimantan Timur, kelahiran 6 oktober 1999 ini adalah salah satu contoh pemuda yang berani memimpin sebuah perusahaan di usia muda, saat ini ia adalah pemilik dari INSAF Digital Agency, Delva Corporations, Event House Of Entrepreneurs, dan Se’i Sapiku Indonesia.
Dibawah kepemimpinannya, Renaldy Pujiansyah berhasil mengembangkan brand-brand lokal menjadi viral seperti Se’i Sapiku Indonesia, Ngikan, Kebab Babarafi, MS Glow, Heslin Beauty, Handmadeshoesby, Raja Se’i, hingga Aulia Fashion.
Ternyata kisah kesuksesan di usia muda tidak didapatkannya dengan mudah begitu saja, ia pun mengaku mengawalinya berawal dari magang atau pengabdian dahulu.
“Awalnya saya membantu apa yang bisa saya bantu kepada teman-teman dan partner saya mas tomliwafa, tidak memikirkan uang pada saat itu intinya adalah saya mau menjalin hubungan dengan baik terutama kepada orang-orang besar," ungkapnya
Ketika banyak sekali anak muda yang mencari perusahaan yang sudah berjalan dan jobdesk yang jelas, Renaldy Pujiansyah justru sebaliknya ia lebih mencari perusahaan yang masih start up dan masih merintis.
“Kenapa saya memilih perusahaan rintisan untuk bekerja karena di perusahaan tersebut kita bisa belajar banyak hal, mulai dari hal teknis hingga strategis, dan satu yang saya suka dari perusahaan rintisan, saya bisa belajar arti mimpi dan harapan yang besar. Di perusahaan rintisan founder dan tim sangat memiliki harapan yang besar dan benar-benar bekerja keras siang malam untuk mewujudkan mimpi tersebut.”
Walaupun Renaldy Pujiansyah sudah memiliki bisnis ecommerce pada saat itu namun rasa ingin tahu dan belajarnya tetap masih tinggi hingga memutuskan untuk belajar dan mengabdi kepada orang lain terlebih dahulu.
Hingga kini ia dikenal sebagai digital strategist dibalik brand-brand lokal yang viral, dan ia juga ekspansi bisnisnya ke ibu kota Jakarta bersama partnernya Tomliwafa mendirikan Delva Corporations dan House Of Entrepreneurs.
“Sebesar apapun yang sudah dimiliki jangan berhenti untuk terus belajar dan mencari tahu, karena sepintar apapun jika tidak memiliki relasi akan susah untuk berkembang,” tutup pemilik akun @renaldypjs ini. (OL-13)
Baca Juga: Dio Satya Biguna, Bos Mie Setan yang Sukses di Usia Muda
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved