Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno menuturkan, pandemi covid-19 membuat bisnis Esports berkembang pesat. Dia memperkirakan nilai bisnis kompetisi game itu naik mencapai Rp21 triliun di tahun ini.
"Sektor gaming tumbuh luar biasa di tengah pandemi ini, sekitar 400% pertumbuhan gaming. Esports ini bisnis miliaran, lebih dari Rp15 triliun di 2020 dan diprediksi menembus Rp21 triiliun (pada 2021). Luar biasa esports ini," kata Sandiaga dalam virtual meeting Media Group dengan Menparekraf, Selasa (9/3).
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, penyebab utama meningkatnya nilai industri esports karena adanya pemberlakuan work from home atau bekerja dari rumah dan penerapan belajar dari rumah selama pandemi covid-19 ini. Sehingga, dapat dikatakan waktu untuk bermain game menjadi lebih luang.
"Karena adanya work from home dan study at home, ini (esports) jadi pandemic winner (unggul). Animasi juga pandemic winner," ujar Dewan Pembina Pengurus Besar (PB) Esports tersebut.
Baca juga : Pengembang Modernland Tangkap Momentum Pembebasan PPN
Sebelumnya pada Desember 2020, Sandiaga menyebut Indonesia menjadi salah satu pasar game terbesar di Asia Pasifik dengan capaian bisnis Rp13 triliun, dengan jumlah pemain game atau gamers sebanyak 34 juta orang dan warga yang menggunakan internet menembus 52,6 juta.
"Untuk kategori penonton esports sudah mengalahkan olahraga tradisional. Pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 646 juta pemirsa e-sports di seluruh dunia,” kata Sandiaga dalam keterangannya.
Dalam pemberitaan Media Indonesia juga disebutkan dalam laporan Digital 2020: Global Digital Overview yang dirilis oleh Data Reportal, rata-rata penduduk Indonesia usia 16-64 tahun menghabiskan hampir 8 jam menggunakan internet. Sedangkan, untuk bermain gim sekitar 85% orang menggunakan smartphone dan 50% menggunakan komputer.
NewZoo Report 2019 juga mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan jumlah gamers terbanyak ke-12 di dunia, ada setidaknya 62 juta gamers yang mayoritas adalah generasi milenial. (OL-7)
FORUM bisnis Indonesia-Tiongkok bertajuk The Indonesia-China Business Bridge: Your Gateway to Investing in Indonesia digelar di Jakarta, Rabu (21/1).
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
HADIRKAN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gerakan Mahasiswa Wirausaha (Gemawira) dan Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) menggelar Workshop.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Bank Infaq Amanah Banyumanik menggelar Workshop Baking Pizza dan Wingko Singkong bertajuk 'Berkah Melimpah Inovasi Komoditas Lokal'.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Relawan Kamie Muda Aceh menyalurkan sembako di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada 5–6 Januari 2026.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved