Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tingkat inklusi keuangan Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Permasalahan ini sebenarnya bisa diatasi dengan fintech lending.
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi menyebut sebanyak 51% populasi orang dewasa di Indonesia belum memiliki rekening di lembaga keuangan, baik perbankan maupun nonbank.
"Penduduk Indonesia itu merupakan tertinggi keempat setelah Tiongkok, India dan Pakistan. Peningkatan inklusi keuangan di seluruh pelosok Tanah Air merupakan target penting yang harus dicapai. Untuk memastikan dukungan fungsi intermediasi dari sektor jasa keuangan berjalan optimal," tutur Riswiandi dalam seminar virtual, Selasa (9/3).
Baca juga: Inklusi Keuangan RI Masih Rendah, Presiden: Pakai Cara Inovatif
Berdasarkan data OJK, hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) ketiga pada 2019, indeks inklusi keuangan di Indonesia mencapai 76,19%. Angka ini dinilai perlu ditingkatkan lagi.
Selain itu, jaringan pembiayaan juga harus diperluas hingga ke seluruh wilayah. Pasalnya, saat ini jumlah peminjam di Indonesia masih didominasi masyarakat yang tinggal di Jawa. "Persentasenya jumlah peminjam di luar Jawa itu baru mencapai 11,85%. Sisanya merupakan peminjam di Jawa," imbuh Riswinandi.
"Untungnya, berdasarkan data dari Google, saat ini jumlah pengguna layanan berbasis internet di Indonesia mencapai 37%. Peningkatannya harus dimanfaatkan industri fintech, untuk membuat inklusi keuangan di Indonesia lebih baik," pungkasnya.(OL-11)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat fungsi pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan dengan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 38 Tahun 2025.
OJK menemukan delapan pelanggaran serius dalam pemeriksaan terhadap penyelenggara pindar Dana Syariah Indonesia (DSI).
Untuk mendukung ekosistem ini, ICEx menerima pendanaan kolektif sebesar Rp1 Triliun (US$70 juta) dari berbagai pemegang saham strategis.
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi per November 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98%, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,67%
Sebelum terjadi penyerangan Amerika Serikat kepada Venezuela, risiko geopolitik pun sudah menyebabkan ketidakpastian yang tinggi pada proses pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Perencanaan yang matang merupakan kunci untuk menyeimbangkan antara kebutuhan saat ini dan impian di masa depan.
Masyarakat semakin cepat mengakses layanan keuangan digital, namun pemahaman mereka belum sepenuhnya sejalan.
Sejak berdiri pada 2000, SMS Finance telah melayani jutaan pelanggan dalam sektor pembiayaan, khususnya pembiayaan mobil bekas dan multiguna.
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan dalam inklusi dan literasi keuangan nasional, termasuk pembentukan dewan baru yang fokus pada kesejahteraan keuangan.
Forum ini menjadi wadah strategis bagi Aftech untuk menyatukan langkah industri, regulator, dan mitra global dalam mempercepat inklusi keuangan digital.
Rupiah digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat sistem pembayaran lintas batas, serta menjadi fondasi yang kokoh bagi inovasi keuangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved