Selasa 23 Februari 2021, 20:35 WIB

Menkeu: Aturan Penghapusan Pajak Mobil Tengah Difinalisasi

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Menkeu: Aturan Penghapusan Pajak Mobil Tengah Difinalisasi

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Penjualan mobil

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, aturan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor sedang dalam tahap finalisasi dan segera diterbitkan dalam waktu dekat.

"Itu kita akan segera keluarkan sekarang di dalam proses finalisasi dan itu berarti harmonisasi dan kemudian kita akan keluarkan," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (23/2).

Dia memastikan aturan itu akan terbit paling lambat 1 Maret 2021 seperti yang diarahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Relaksasi PPnBM kendaraan bermotor itu akan berlaku bertahap hingga akhir 2021.

Pada tiga bulan pertama (Maret-Mei) pemerintah akan merelaksasi PPnBM kendaraan bermotor sebesar 100%. Tiga bulan kedua (Juni-Agustus) relaksasi akan dipangkas menjadi 50% dan empat bulan terakhir (September-Desember) menjadi 25%.

Baca juga: Menkeu: Anggaran PEN 2021 Dinaikkan Jadi Rp699,43 Triliun

Dengan kebijakan itu, imbuh Sri Mulyani, diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk membeli kendaraan bermotor. Dus, tingkat produksi dan penjualan industri otomotif juga akan meningkat.

"Kita berharap masyarakat merespons kebijakan ini. Saya tahu ini diharapkan meningkatkan kembali permintaan kendaraan bermotor dan ini akan mendorong industri otomotif di indonesia yang supply chainnya cukup penting di dalam perekonomian kita," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu optimistis kebijakan itu dapat mendorong tingkat konsumsi masyarakat kelas menengah. Sebab, mayoritas masyarakat golongan itu cenderung menahan konsumsinya selama 2020.

"Ini tentu diharapkan mendorong masyarakat khususnya kelas menengah yang selama 2020 banyak menahan konsumsinya. Karena mobilitas terbatas, mereka banyak melakukan konsumsi hanya utuk kebutuhan dasar," tutur Febrio.

Dia juga berharap kebijakan itu dapat menginjeksi pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan I 2021. Oleh sebab itu pemerintah memutuskan untuk menelurkan regulasi itu di awal tahun.

Adapun relaksasi PPnBM kendaraan bermotor itu berlaku bagi kendaraan dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc kategori sedan dan 4x2 serta 70% lebih komponennya berasal dari dalam negeri. (OL-4)

Baca Juga

Dok. Halalpedia

Halalpedia Siap Dukung Gaya Hidup Halal Masyarakat Indonesia

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 23:55 WIB
Arga menambahkan, Halalpedia memiliki sejumlah program unggulan yang dapat membantu memulihkan kembali perekonomian keluarga di...
MII/Supardji Rasban

Menperin Ungkap 9 Tantangan Industri, Ini Rinciannya

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 23:00 WIB
Pada Juni 2020, pemerintah merealisasikan penurunan harga gas bumi untuk tujuh sektor industri yaitu industri pupuk, petrokimia,...
Antara/RenoEsnir

Cadangan Devisa Meningkat, Stabilitas Rupiah Dipredisi Terjaga

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 22:30 WIB
"Posisi cadangan devisa yang tinggi memberikan confident bahwa Bank Indonesia (BI) bisa menjaga stabilitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya