Sabtu 23 Januari 2021, 23:44 WIB

Erick Diharapkan Bawa Ekonomi Syariah Hingga Skala UMKM

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Erick Diharapkan Bawa Ekonomi Syariah Hingga Skala UMKM

Antara/Hafidz Mubarak A
Transaksi di salah satu perbankan syariah

 

WAKIL Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto berharap Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) baru yakni Menteri BUMN Erick Thohir dapat mendorong pengembangan produk ekonomi syariah menjangkau pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

"Terkait pengembangan ke depan, mudah-mudah bapak Menteri BUMN Erick Thohir bisa melihat urgensi pengembangan produk ekonomi syariah di Indonesia bisa menjangkau hingga pelaku ekonomi bawah yakni UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Eko dikutip dari Antara.

Menurut dia, Kalau kemudian manfaat produk ekonomi syariah yang banyak jenisnya ini bisa dirasakan hingga ke pelaku UMKM dan MBR bisa mendapatkan akses permodalaan serta KPR melalui kanal syariah, maka hal tersebut bisa menjadi investasi jangka panjang untuk kegiatan perekonomian syariah sendiri.

Masyarakat umum akhirnya bisa melihat dan merasakan manfaat pembiayaan dari perekonomian syariah ternyata tidak ada bedanya dengan mengakses pembiayaan dari perekonomian konvensional, bahkan mungkin model perekonomian syariah dinilai lebih menguntungkan bagi pelaku UMKM dan MBR.

"Cara agar UMKM dan MBR bisa merasakan beragam manfaat perekonomian syariah adalah dengan mempermudah mereka untuk mengakses pembiayaan," kata ekonom Indef tersebut.

Baca juga : Terpilih jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Erick : Ini Amanah

Dia memandang sebetulnya secara keseluruhan perkembangan ekonomi syariah yang sedemikian pesat di era Presiden Joko Widodo merupakan imbas dari dampak positif dari percepatan digitalisasi.

Digitalisasi yang pada era sebelumnya belum memungkinkan, tiba-tiba saat ini menjadi bisa dilakukan. Misalnya fintech yang memicu berbagai jenis turunan produk ekonomi syariah sedemikian banyaknya seperti asuransi syariah, fintech syariah, pendanaan syariah untuk perumahan dan sebagainya.

"Sebenarnya dulu perekonomian syariah memang sudah ada dan berjalan, namun sayangnya dalam hal skala tidak begitu pesat dibandingkan sekarang," kata Eko.

Saat ini, lanjut dia, kendati secara keseluruhan perekonomian syariah belum bisa mengimbangi perekonomian konvensional, namun diferensiasi produk ekonomi syariah sekarang semakin banyak sebagai akibat buah dari pesatnya kemajuan teknologi informasi.

"Saya juga melihat ada momentum untuk melakukan transformasi ekonomi syariah, salah satunya melalui merger tiga bank syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia. Ini harus dilakukan karena kalau tidak skala bank syariah tidak mengalami peningkatan, dan pada akhirnya tidak memiliki kompetensi untuk bersaing dengan bank-bank konvensional," kata ekonom Indef tersebut. (Ant/OL-7)

Baca Juga

Antara

Kementerian ATR Minta Kasus RaibnyaRp244 M Milik Pertamina Diusut

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 08 Maret 2021, 19:09 WIB
Juru Bicara Kementerian ATR/BPN Teuku Taufiqulhadi menegaskan, hilangnya lahan milik BUMN tidak ada kaitan dengan...
Dok Pelindo 1

56 SDM Pandu Selat Malaka Pelindo 1 Jalani Pelatihan Khusus

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 08 Maret 2021, 17:58 WIB
Sebanyak 56 orang SDM Pelindo 1 yang bertugas di Selat Malaka menjalani pelatihan khusus di aspek komunikasi pelayaran dan kompetensi pandu...
Ekon.go.id

Stimulus AS akan Dorong Pemulihan Ekonomi Indonesia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 08 Maret 2021, 17:44 WIB
Diketahui sebelumnya Senat AS menyetujui stimulus bantuan sebesar US$1,9 triliun untuk mengatasi pandemi covid-19 dan pemulihan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya