Senin 18 Januari 2021, 11:20 WIB

Xiaomi Masuk Daftar Hitam AS

Fetri Wuryasti | Ekonomi
Xiaomi Masuk Daftar Hitam AS

Dok Xiaomi
Xiaomi Mi 10 diklaim sebagai ponsel flagship lengkap yang paling layak untuk pasar Indonesia.

 

PERUSAHAAN Tiongkok Xiaomi pada akhirnya harus masuk ke dalam daftar hitam perusahaan yang di blacklist oleh AS, karena diduga memiliki hubungan dengan Angkatan Militer milik Tiongkok yang terlibat dengan kasus Laut China Selatan.

"Ini merupakan salah satu kasus terakhir sebelum pada Presiden Trump turun dari jabatan, dan akan memberikan tekanan terhadap Pemerintahan Joe Biden mendatang," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Senin (18/1).

Xiaomi merupakan salah satu perusahaan dari Tiongkok yang ditambahkan ke dalam daftar perusahaan yang memiliki hubungan dengan Angkatan Militer Tiongkok. Hal tersebut mengakibatkan pembatasan untuk investasi Xiaomi kedepannya. Kementerian Perdagangan AS juga masih melakukan pertentangan terhadap China National Offshore Oil Corp terkait dengan penjelajahan bawah air menggunakan teknologi Amerika tanpa izin.

China National Offshore Oil Corp sudah  menyangkal hal tersebut. Tetapi pada akhirnya tetap saja mereka harus masuk ke dalam daftar hitam. Total sudah ada lebih dari 60 perusahaan Tiongkok yang masuk ke dalam daftar hitam. Juru bicara Kementrian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan bahwa tindakan pemerintahan Trump memberikan sebuah gambaran kepada masyarakat dunia dan komunitas internasional tentang apa itu unilateralisme, standar ganda, dan intimidasi.

Pihak Tiongkok akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan hak dan kepentingan yang sah dan sesuai hukum untuk perusahaan Tiongkok. Tentu Tiongkok akan mendukung perusahaan mereka dalam menegakkan hak dan kepentingan di mata hukum. Sejauh ini juru bicara Xiaomi, Cnooc, dan Comac belum memberikan komentar apapun.

Apa yang dilakukan oleh Trump terhadap Tiongkok mendapatkan pertentangan dari Biden dan pejabat partai Demokrat lainnya. Karena tanggung jawabnya nanti akan beralih kepada Presiden baru. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Trump akan memberikan kesulitan yang lebih besar ketika AS dan Tiongkok melakukan negosiasi kembali.

"Mungkin Trump menekan Xiaomi karena Xiaomi telah melewati posisi Apple dalam penjualan smartphone di dunia pada kuartal III-2020. Xiaomi juga berhasil melampaui penjualan Huawei," kata Nico.

Apabila larangan yang diberikan oleh Pemerintah Amerika tidak segera dicabut, maka ada kemungkinan Xiaomi akan dihapus dari bursa Amerika dan dari indeks benchmark global. Sebelumnya China Mobile Ltd, China Telecom Corp, China Unicom Hong Kong Ltd telah dihapus oleh MSCI Inc minggu lalu. Sedangkan S&P dan Dow Jones akan menghapus CNOOC dari daftar mereka.

"Efeknya tentu saja penurunan saham Xiaomi sebesar 10%. Tidak hanya itu, supplier dari Xiaomi juga turun cukup dalam bahkan lebih dalam dari Xiaomi yaitu sebesar 14%," kata Nico.

Tindakan sembrono dan agresif Tiongkok di Laut China Selatan dalam penggunaan kekayaan intelektual dan teknologi yang bersifat sensitif membuat ancaman secara tidak langsung kepada pihak Amerika. Sejauh ini dalam era kepemimpinan Presiden Trump, sudah ada 44 perusahaan Tiongkok yang secara efektif dimiliki oleh Angkatan Militer Tiongkok di bawah Undang-undang. Hal tersebut membuka wewenang kepada Presiden Amerika untuk memberi sanksi kepada perusahaan tersebut.

Trump sebelumnya telah menandatangani perintah pada bulan November lalu untuk melarang pemberian dana investasi dari Amerika terhadap perusahaan Tiongkok yang dimiliki oleh pemerintah Tiongkok. Kementrian Perdagangan AS telah membuat daftar hitam untuk melakukan pemberian batasan terhadap lebih dari 100 bisnis yang memiliki hubungan dengan Tiongkok, Venezuela, dan Rusia.

Pembatasan termasuk melarang perusahaan AS untuk memasok supplier apabila tidak memiliki lisensi. Xiaomi sebagai sebuah brand dengan kehandalan teknologi namun harga yang terjangkau menjadi tertekan. Tidak mungkin penggunaan Google Mobile Services akan di berhentikan, yang akan membuat hp Xiaomi menjadi seperti ponsel Huawei.

baca juga: Xiaomi Ranking Tiga Penjualan Ponsel Pintar di Dunia

Namun Huawei sendiri pada akhirnya mengembangan Huawei Mobile Services yang dilengkapi dengan Petal Search untuk mencari applikasi yang tidak tersedia di Huawei Mobile Services. Tentu ini akan menjadi salah satu hambatan terbesar bagi Xiaomi yang bergantung terhadap Google Mobile Services. Kemungkinan besar Xiaomi pun akan mengembangkan ekosistem sendiri untuk menggantikan Play Store khususnya dalam ketergantungan terhadap Google Mobile Services. (OL-3)


 

Baca Juga

Antara/Andreas Fitri

Populasi UMKM Besar, Namun Kredit di Perbankan Baru 19%

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 26 Februari 2021, 10:30 WIB
Idealnya dengan populasi UMKM yang sangat besar di Indonesia, rasio kredit untuk sektor tersebut bisa mencapai 22-30% per...
Ist

Penghargaan Public Leader Kepada Menteri BUMN Patut Diapresiasi

👤mediaindonesiai.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 10:27 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dinilai sebagai salah satu pemimpin publik yang memiliki kinerja inovatif selama pandemi Covid-19. Selama...
MI/ BARY FATHAHILAH

Kredivo Alokasikan US$ 100.000 untuk Perluas Tes PCR di Indonesia

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 26 Februari 2021, 08:57 WIB
Kredivo, platform kredit digital untuk konsumen ritel Indonesia menggandeng Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab) untuk memperluas dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya