Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Upaya stabilisasi pasokan dan harga kedelai digencarkan di Jawa Barat. Puskopti (Pusat Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia) Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, dan Satgas Pangan Jawa Barat, melakukan operasi pasar kedelai pada Rabu (13/1/2021). Operasi pasar kedelai tersebut dilakukan langsung ke pengrajin tahu tempe di tiga lokasi. Yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Cianjur.
Menurut Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Risfaheri, ini merupakan tindak lanjut gerakan stabilisasi pasokan dan harga kedelai yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta (7/1/2021) akibat terjadinya lonjakan harga kedelai beberapa waktu terakhir.
Pada pelaksanaan operasi pasar kedelai di Kantor Puskopti Jawa Barat, Jalan Babakan Ciparay Bandung, para perajin tahu dan tempe yang membeli kedelai tampak langsung hadir membeli secara kontan. Mereka berasal dari sentra produksi tahu dan tempe kawasan Antapani, Cibolerang, Bojongloa, dll.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail, menyebutkan, bahwa dalam operasi pasar kedelai ini, harga yang sampai kepada perajin tahu dan tempe adalah Rp8.500/kg. Walau dijual dengan harga Rp8.500/kg, tetap lebih murah dibandingkan di pasaran yang saat ini masih sekitar Rp11.000/kg. Biasanya, harga kedelai sebelum naik adalah Rp7.500-an/kg.
“Persoalan kedelai ini yang kabarnya sebagai dampak negara Tiongkok membeli banyak kedelai dari Amerika, memang banyak berdampak karena banyak sekali keterkaitan,” ujar Jafar.
Ketua Puskopti Jawa Barat, Asep Nurdin, menyebutkan, bahwa operasi pasar kedelai ini merupakan salah satu langkah 100 hari untuk menstabilkan harga kedelai yang dilakukan pemerintah.
Disebutkannya, tahap awal dilakukan selama tiga hari. Yaitu Rabu, 13 Januari sampai Jumat, 15 Januari 2021. Terdapat total 50 ton kedelai yang dipasok untuk operasi pasar ini, untuk di Kopti Kota Bandung 25 ton, Kabupaten Bandung 15 ton, serta Cianjur 10 ton.
Untuk di Kota Bandung, operasi pasar kedelai ini di antaranya dilakukan di daerah Sukajadi, Bojongloa, Buahbatu; di Kabupaten Bandung di Jalan Siliwangi Baleendah; serta di Cianjur di Kantor Kopti setempat.
“Harganya Rp8.500/kg dibeli melalui telepon atau sambungan percakapan. Paketnya 50 kg dengan dibayar tunai saat transaksi, namun jika belum dibayar akan dibawa kembali,” ujar Asep Nurdin.
Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi mengatakan, gerakan stabilisasi pasokan dan harga kedelai ini memang harus terus digencarkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Satgas Pangan, Importir dan Gakoptindo/Puskopti di daerah khususnya di pulau Jawa.
"Harga jual yang telah disepakati untuk memenuhi kebutuhan dalam 100 hari ke depan, tentunya ini tidak ada yang dirugikan, saling menguntungkan. Pengrajin tetap bisa berproduksi," kata Agung saat mengunjungi produsen tahu tempe di Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/1/2021). (RO/OL-10)
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit merah yang sebelumnya menembus kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Bulan ini diprediksi terdapat panen cabai merah sekitar 14.496 ton yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung Barat.
Pemerintah Kota Banda Aceh bersama PT Pertamina (Persero) menggelar operasi pasar gas bersubsidi dengan menyediakan 2.000 tabung.
Pemprov Kalteng menggelar pasar murah di seluruh kabupaten dan kota sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,9 juta ton per tahun, sementara serapan dari kedelai lokal saat ini tidak sampai 100 ribu ton.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Produk yang diperkenalkan meliputi tempe, tahu, susu kedelai, hingga inovasi terbaru berupa nougat kedelai yang kaya nutrisi.
Mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat, bahkan bisa memberi efek perlindungan bagi tubuh.
Menurut perajin tahu dan tempe di Provinsi Lampung Sendi, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan kedelai lokal.
Kebijakan tarif tersebut mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 dan menjadi salah satu tarif terendah yang diberikan AS untuk negara di kawasan Asia Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved