Kamis 14 Januari 2021, 12:05 WIB

Stabilkan Pasokan dan Harga, Jabar Gencarkan Operasi Pasar Kedelai

mediaindonesia.com | Ekonomi
Stabilkan Pasokan dan Harga, Jabar Gencarkan Operasi Pasar Kedelai

DOK KEMENTAN

 

Upaya stabilisasi pasokan dan harga kedelai digencarkan di Jawa Barat. Puskopti (Pusat Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia) Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, dan Satgas Pangan Jawa Barat, melakukan operasi pasar kedelai pada Rabu (13/1/2021). Operasi pasar kedelai tersebut dilakukan langsung ke pengrajin tahu tempe di tiga lokasi. Yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Cianjur.

Menurut Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Risfaheri, ini merupakan tindak lanjut gerakan stabilisasi pasokan dan harga kedelai yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta (7/1/2021) akibat terjadinya lonjakan harga kedelai beberapa waktu terakhir.

Pada pelaksanaan operasi pasar kedelai di Kantor Puskopti Jawa Barat, Jalan Babakan Ciparay Bandung, para perajin tahu dan tempe yang membeli kedelai tampak langsung hadir membeli secara kontan. Mereka berasal dari sentra produksi tahu dan tempe kawasan Antapani, Cibolerang, Bojongloa, dll.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail, menyebutkan, bahwa dalam operasi pasar kedelai ini, harga yang sampai kepada perajin tahu dan tempe adalah Rp8.500/kg. Walau dijual dengan harga Rp8.500/kg, tetap lebih murah dibandingkan di pasaran yang saat ini masih sekitar Rp11.000/kg. Biasanya, harga kedelai sebelum naik adalah Rp7.500-an/kg.

“Persoalan kedelai ini yang kabarnya sebagai dampak negara Tiongkok membeli banyak kedelai dari Amerika, memang banyak berdampak karena banyak sekali keterkaitan,” ujar Jafar.

Ketua Puskopti Jawa Barat, Asep Nurdin, menyebutkan, bahwa operasi pasar kedelai ini merupakan salah satu langkah 100 hari untuk menstabilkan harga kedelai yang dilakukan pemerintah.

Disebutkannya, tahap awal dilakukan selama tiga hari. Yaitu Rabu, 13 Januari sampai Jumat, 15 Januari 2021. Terdapat total 50 ton kedelai yang dipasok untuk operasi pasar ini, untuk di Kopti Kota Bandung 25 ton, Kabupaten Bandung 15 ton, serta Cianjur 10 ton.

Untuk di Kota Bandung, operasi pasar kedelai ini di antaranya dilakukan di daerah Sukajadi, Bojongloa, Buahbatu; di Kabupaten Bandung di Jalan Siliwangi Baleendah; serta di Cianjur di Kantor Kopti setempat.

“Harganya Rp8.500/kg dibeli melalui telepon atau sambungan percakapan. Paketnya 50 kg dengan dibayar tunai saat transaksi, namun jika belum dibayar akan dibawa kembali,” ujar Asep Nurdin.  

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi mengatakan, gerakan stabilisasi pasokan dan harga kedelai ini memang harus terus digencarkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Satgas Pangan, Importir dan Gakoptindo/Puskopti di daerah khususnya di pulau Jawa.

"Harga jual yang telah disepakati untuk memenuhi kebutuhan dalam 100 hari ke depan, tentunya ini tidak ada yang dirugikan, saling menguntungkan. Pengrajin tetap bisa berproduksi," kata Agung saat mengunjungi produsen tahu tempe di Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/1/2021). (RO/OL-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Menkop UKM: Kerajinan Batu dan Kayu Fosil Tulungagung Dilirik Pasar Global

👤 Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 14:15 WIB
Ekspor produk kerajinan dari Tulungagung, Jatim, membuktikan bahwa UKM Indonesia tetap memiliki pasarnya sendiri di luar...
dok.ist

Tidak Bayar Utang di Pinjol Legal, Apa Saja Risikonya

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 13:06 WIB
MASYARAKAT sering salah kaprah, utang melalui pinjaman online, tidak ada tatap muka sehingga tidak bayar tidak...
dok.DPR RI

Gobel Pimpin Delegasi RI Kunjungi Pabrik Traktor di Minsk

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 12:46 WIB
WAKIL Ketua DPR RI Rachmat Gobel memimpin delegasi DPR RI dalam kunjungan ke Belarusia, dihari kedua mengunjungi pabrik traktor di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya