Senin 28 Desember 2020, 21:37 WIB

Plafon KUR 2021 Naik Jadi Rp253 Triliun

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Plafon KUR 2021 Naik Jadi Rp253 Triliun

Antara/Basri Marzuki
Petani menggarap lahan yang diupayakan melalui KUR

 

PEMERINTAH memutuskan untuk menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2021 menjadi sebesar Rp253 triliun, meningkat dibandingkan plafon yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar Rp220 triliun. Itu merupakan respon antusiasme pelaku UMKM yang tinggi terhadap KUR dengan suku bunga rendah.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun 2021.

“Kebutuhan KUR untuk UMKM untuk mempercepat pemulihan ekonomi pada masa covid-19 cukup besar, maka target penyaluran KUR tahun depan ditingkatkan. Dengan peningkatan itu, maka ada tambahan anggaran subsidi bunga KUR 2021 sebesar Rp7,6 triliun," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, seusai rakor yang diadakan secara virtual yang dikutip dari siaran pers, Senin (28/12).

Dia menambahkan, penyaluran KUR merangkak membaik di triwulan III 2020. Realisasi penyaluran per bulan sebesar Rp23,9 triliun. Penyaluran itu lebih baik dibandingkan dengan capaian sebelum pandemi di Februari 2020 yang tercatat sebesar Rp19,2 triliun.

Baca juga : Harga Saham Naik, Bukopin Makin Fokus Lakukan Transformasi Bisnis

Penyaluran KUR hingga 21 Desember 2020 tercatat sebesar Rp188,11 triliun, atau sekitar 99% dari target 2020 yang ditetapkan sebesar Rp190 triliun. KUR itu disalurkan kepada sekitar 5,81 juta debitur dengan outstanding sebesar Rp226,5 triliun dan non performing loan (NPL) relatif rendah di posisi 0,63%.

Kinerja yang membaik tersebut juga diiringi dengan pangsa KUR sektor produksi yang meningkat menjadi 57,3% dibandingkan 2019 yang sebesar 52%. Peningkatan pangsa terbesar terjadi pada KUR sektor pertanian dari 26% pada 2019 menjadi 30% pada tahun ini, selanjutnya disusul KUR sektor industri yang meningkat dari 8,2% menjadi 10,7%.

"Penyaluran KUR ke sektor UMKM membantu sektor usaha ini cepat bangkit di masa pandemi, sehingga pemerintah akan terus memberikan dukungan sehingga UMKM dapat mengoptimalkan perannya sebagai penggerak ekonomi. Di masa pandemi, Pemerintah telah memberikan tambahan subsidi bunga sebesar 6% hingga Desember 2020, sehingga suku bunga KUR menjadi 0%," jelas Airlangga.

Adapun Realisasi kebijakan KUR hingga 21 Desember 2020, yakni berupa tambahan subsidi bunga KUR diberikan kepada 7,03 juta debitur dengan baki debet Rp187,5 triliun; penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan diberikan kepada 1,51 juta debitur dengan baki debet Rp48,18 triliun; relaksasi KUR, perpanjangan jangka waktu diberikan kepada 1,51 juta debitur dengan baki debet Rp47,31 triliun; dan relaksasi penambahan limit plafon KUR diberikan kepada 16 debitur dengan baki debet Rp2,49 miliar. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Mentan Resmikan Pertemuan Kelompok Kerja Bidang Pertanian G20

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 27 Januari 2022, 21:10 WIB
"Ketahanan pangan serta mengatasi kelaparan dan kemiskinan tentu menjadi isu sentral yang harus dicapai oleh seluruh kelompok kerja...
MI/PERMANA

Forum B20 Diharapkan Jadi Lompatan Keluar Dari Krisis Global

👤Akmal Fauzi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 21:05 WIB
B20 merupakan forum pemimpin bisnis yang menyumbang 80% dari PDB dunia. B20 Indonesia menyambut 2.000 anggota di mana 37% di antaranya...
MI/Susanto.

Bank Indonesia dan The People's Bank of China Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 27 Januari 2022, 20:48 WIB
Perjanjian kerja sama BCSA Bank Indonesia dan The People's Bank of China pertama kali ditandatangani pada Maret...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya