Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Ekonom Permatabank Josua Pardede memperkirakan bahwa penurunan suku bunga di industri perbankan akan cenderung terus berlanjut dalam jangka pendek. Hal ini merespon penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang turun sebesar 125 bps sepanjang 2020.
"Sejalan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi yang berimplikasi pada peningkatan permintaan kredit dan risiko kredit termitigasi dengan baik, maka penurunan suku bunga kredit pun cenderung diperkirakan akan terus berlanjut untuk mendorong proses pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya kepada Media Indonesia, Jumat (4/12).
Lebih lanjut, Josua menambahkan, kombinasi dari tren penurunan suku bunga acuan BI serta bauran kebijakan BI untuk mendorong ketersediaan likuiditas juga mendorong penurunan suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB).
Dengan tren suku bunga PUAB yang cenderung menurun mengindikasikan kondisi likuiditas perbankan yang membaik. Sehingga, diharapkan ke depannya dapat mendorong penurunan cost of fund yang nantinya akan mendorong penurunan suku bunga kredit.
Baca juga : Inflasi Desember akan Sentuh 1,46% Disumbang Cabai dan Telur
"Sehingga mendorong transmisi pelonggaran kebijakan moneter yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek," kata Josua.
Menurut Josua, rata-rata tertimbang suku bunga deposito dalam periode Januari hingga Oktober 2020 tercatat turun 138 bps dan rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat turun 70 bps.
Meskipun demikian, penurunan suku bunga kredit dikatakan akan sangat dipengaruhi juga oleh kondisi perkembangan risiko kredit perbankan dalam jangka pendek. Hal ini mengingat peningkatan risiko kredit yang terindikasi dari kenaikan NPL perbankan berpotensi mendorong peningkatan risk premium.
"Di saat yang bersamaan, permintaan kredit pun cenderung masih lemah di tengah aktivitas perekonomian yang belum pulih secara signifikan," pungkasnya. (OL-7)
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved