Selasa 01 Desember 2020, 12:45 WIB

Tut Tut Tut, KAI Dapat Dana PEN Rp3,5 Triliun

mediaindonesia.com | Ekonomi
Tut Tut Tut, KAI Dapat Dana PEN Rp3,5 Triliun

Antara/Nova Wahyudi
Penumpang menaiki kereta api

 

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI merealisasikan bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam bentuk Investasi Pemerintah (IP PEN) senilai Rp3,5 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mendukung operasional perseroan.
  
Investasi tersebut diharapkan dapat mendukung PT Kereta Api Indonesia atau KAI yang mengalami penurunan pendapatan secara serius akibat pembatasan layanan perjalanan penumpang kereta api selama masa pandemi covid-19.
  
Kesepakatan penyaluran IP PEN dari SMI ke KAI ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Direktur Utama SMI Edwin Syahruzad dan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo di Kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (30/11).
  
"Diharapkan dengan adanya Investasi pemerintah ini kinerja PT KAI akan kembali pulih," kata Edwin dalam keterangan tertulis yang
diterima di Jakarta, Selasa.
  
Pada proses penyalurannya, SMI melakukan kajian secara mendalam dan komprehensif terhadap kondisi keuangan KAI. Kajian pemberian investasi ini dilakukan tidak hanya dari aspek finansial tapi juga aspek hukum dan kelayakan ekonomi dengan melibatkan lembaga independen. Selain itu, SMI bersama Kementerian Keuangan telah melakukan kajian atas faktor-faktor risiko serta upaya mitigasi atas risiko tersebut.
  
Berdasarkan hasil studi kelayakan yang dilakukan SMI terhadap KAI, ditemukan bahwa terdapat aspek urgensi pemberian IP PEN kepada KAI karena BUMN perkeretaapian itu mengalami penurunan signifikan dari sisi pendapatan dan arus kas operasional.  KAI juga dinilai memiliki peran penting dalam penyediaan transportasi publik yang murah dan terjangkau melalui moda kereta api.
  
Selain itu, pemberian IP PEN akan memiliki dampak positif terhadap perekonomian, karena penggunaan dana IP PEN turut berkontribusi
meningkatkan pendapatan fiskal baik langsung maupun tidak langsung.
  
Di sisi lain, proyeksi keuangan mengindikasikan bahwa KAI mampu melakukan pengembalian IP PEN. Alasan terakhir, bahwa tidak terdapat penolakan dari pemegang saham dan kreditur existing KAI terkait dengan perolehan IP PEN.
  
Metode yang digunakan SMI untuk memonitor dan mengevaluasi penyaluran dana IP PEN kepada KAI dilakukan dengan memonitor Pelaporan Berkala dan Pelaporan Insidential KAI.  Pelaporan Berkala antara lain dipantau dengan menggunakan Laporan Tahunan Konsolidasian yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik, Laporan Rasio Keuangan Aktual, serta Laporan Realisasi
Penggunaan Dana.
  
Sementara untuk Pelaporan Insidential, parameter yang digunakan diantaranya adalah informasi mengenai hal-hal material lainnya yang
mempengaruhi kinerja KAI dan kemampuan pengembalian IP PEN secara material, serta pemberitahuan kepada Kementerian Keuangan terhadap rencana belanja modal strategis. (Ant/E-1)

Baca Juga

Antara

BEI Implementasikan IDX Industrial Classification

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:39 WIB
BEI mengimplementasikan klasifikasi industri baru pengganti Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA), yaitu IDX Industrial...
Dok.Istimewa

Pengembang Properti Dituntut Inovasi Rilis Proyek Anyar

👤Heryadi 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:13 WIB
Di masa pandemi ini peluang penjualan properti masih terbuka selama pengembang mampu melihat peluang yang...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Jokowi Minta BKPM Cari Investasi Senilai Rp900 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:11 WIB
Target yang tinggi tersebut, dikatakan Bahlil, seiring dengan pelaksanaan vaksinasi covid-19 oleh pemerintah yang sudah berjalan saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya