Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sukses dalam promo 11.11 dengan meningkatnya volume transaksi dan jumlah pengguna baru secara signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa, Akulaku menghadirkan promo bunga 0 persen untuk pertama kalinya untuk para pengguna.
Sebagai langkah awal dalam promo ini, pengguna baru dapat memanfaatkan metode pembayaran Akulaku lewat platform e-commerce di Bukalapak dan JD.ID. Akulaku juga merencanakan untuk menyelenggarakan promo ini di platform e-commerce dan platform mitra Akulaku lainnya.
Director Operations Akulaku Zedd Wang mengatakan, melalui promo bunga 0 persen ini, Akulaku turut memperkenalkan pilihan pembayaran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat ketika berbelanja online lewat platform e-commerce lainnya yang telah bekerjasama dengan Akulaku.
“Promo bunga 0 persen mendapatkan tanggapan yang positif dari para pengguna, dengan adanya promo ini jumlah transaksi meningkat lebih dari 20 persen," kata Zedd Wang dalam keterangan tertulisnya.
Promo bunga 0 persen ini sudah mulai aktif diselenggarakan pada 10 November sampai dengan 31 Desember 2020. Pengguna baru Akulaku dapat menikmati bunga 0 persen serta DP Rp0 dengan ketentuan belanja maksimal Rp500 ribu dan memilih pembayaran cicilan Akulaku dengan jangka waktu 1 bulan/30 hari.
Baca juga : Bank Mandiri Ajak Pebisnis Manfaatkan Digital Marketing
Promo bunga 0 persen ini pun dapat dinikmati oleh para pengguna baru yang aktif saat ini dan mendapatkan animo positif dari mereka karena bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di mana banyak produk promo dan program promo lainnya.
Para pengguna baru dapat secara otomatis menikmati promo bunga 0 persen ini saat melakukan checkout dan memilih pembayaran menggunakan cicilan Akulaku. Selain itu, pengguna baru dapat menggabungkan voucher promo Akulaku lainnya saat promo bunga 0 persen ini berlangsung.
“Harapannya, dengan adanya promo ini, kami dapat mengajak lebih banyak pengguna baru. Mereka juga dapat merasakan manfaat promo-promo Akulaku lainnya, serta memanfaatkan metode pembayaran cicilan Akulaku lewat platform online lainnya,” tambah Zedd.
Dengan slogan “Pengen Apa Semua Bisa!”, Akulaku yakin dapat mewujudkan keinginan seluruh masyarakat Indonesia sebagai platform finansial yang memudahkan kebutuhan belanja masyarakat tanpa kartu kredit.
“Dengan melihat antusiasme dari para pengguna, Akulaku akan terus secara aktif memberikan promo dan kemudahan pembayaran lewat Akulaku, terutama di saat event besar seperti 11.11 dan juga di saat Harbolnas 12.12 yang akan datang," tutup Zedd. (RO/OL-7)
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved