Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
EUFORIA prospek pemulihan ekonomi global berkat efektifnya hasil uji vaksin berdampak juga pada pasar surat utang.
Dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin, pemerintah mendapatkan penawaran masuk (bid) akan SUN mencapai Rp104,86 triliun. Jumlah itu sekitar 4 kali lipat dari total penawaran yang dimenangkan pemerintah sebesar Rp24,6 tiliun.
Tujuh SUN itu memiliki seri SPN03210218 (new issuance), SPN12210812 (reopening), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0080 (reopening), FR0083 (reopening), dan FR0076 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.
"Dengan mempertimbangkan yield (imbal hasil) SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan sampai dengan akhir tahun, termasuk untuk pembiayaan program Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp24,6 triliun," ujar Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan melalui keterangan tertulis, kemarin.
Deni menyebutkan permintaan investor meningkat signifikan jika dibandingkan dengan permintaan pada pelelangan SUN sebelumnya. Peningkatan itu mencapai 57%, diikuti dengan bid to cover ratio yang juga meningkat secara signifikan dari 2,24 kali pada lelang sebelumnya menjadi 4,26 kali di lelang kali ini.
Investor asing, imbuh Deni, membanjiri lelang SUN hari itu yang ditunjukkan dengan peningkatan bid asing yang cukup signifikan, terutama pada tenor panjang. Dengan begitu, total bid asing naik hampir 2 kali lipat dari 11,5% pada lelang sebelumnya menjadi 20,7%.
"Masuknya investor asing berdampak pada semakin kompetitifnya imbal hasil yang ditawarkan oleh investor. Hal itu tecermin dari penurunan WAY untuk seluruh tenor, khususnya untuk SUN tenor 5-20 tahun dengan penurunan mencapai 15-45 bps jika dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya," tutur Deni.
Dia menjelaskan pemerintah masih memiliki satu kesempatan untuk menerbitkan SUN di 2020. Pelelangan terakhir di 2020 itu akan dilaksanakan pada 1 Desember 2020.
IHSG melaju
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan kemarin ditutup menguat seiring aksi beli oleh investor asing.
IHSG ditutup lebih tinggi 35,07 poin atau 0,64% ke posisi 5.529,94.
Adapun kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 8,37 poin atau 0,96% menjadi 881,81.
"Sentimen positif yang dominan bagi indeks hari ini terkait data dari Moderna yang katanya vaksin mereka efektif 94,5%," kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino.
Moderna menjadi perusahaan pembuat obat kedua asal Amerika Serikat yang melaporkan hasil uji coba vaksin yang jauh melebihi harapan. Sebelumnya Pfizer Inc mendaku vaksin yang dikembangkannya efektif 90% untuk mencegah covid-19.
Dibuka naik, IHSG nyaman berada di teritori positif hingga penutupan perdagangan saham. IHSG bahkan sempat berada di level 5.550.
Positifnya IHSG juga tidak lepas dari kabar positif dari dalam negeri. Penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus membaik.
Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyertaan modal negara (PMN) terhadap badan usaha milik negara dan lembaga negara sebesar Rp16,95 triliun. Artinya, otoritas fiskal telah menyalurkan 48,35% anggaran dari pagu PMN tahun ini sejumlah Rp35,05 triliun. (Try/Ant/E-1)
Sikap risk-off investor disebabkan oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, serta tingginya yield US Treasury akibat ekspektasi suku bunga The Fed yang tertahan tinggi.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan Jumat (6/3) dengan pergerakan melemah.
IHSG ditutup menguat 1,76 persen ke posisi 7.710,54 pada Kamis (5/3/2026). Simak analisis aksi bargain hunting investor dan daftar saham top gainers hari ini.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG anjlok ke 7.500-an imbas konflik Iran! Cek rekomendasi saham energi (MEDC, ADRO, ELSA) dan strategi investasi Maret 2026 di sini.
IHSG mengalami penurunan tajam setelah sempat menembus level 7.500 dan kini bergerak di bawah 8.000. Pelemahan ini dinilai sebagai dampak akumulasi tekanan global.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Alphabet (Google) berencana menghimpun dana melalui obligasi untuk mendanai infrastruktur AI.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengajak masyarakat untuk mengalokasikan investasi mereka ke SBN.
PT Pollux Hotels Group Tbk memperkuat strategi kebutuhan dan struktur pendanaannya dengan menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai maksimal Rp500 miliar.
SMF menilai kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan obligasi SMF sebagai underlying transaksi repo, akan membuka kembali minat investor t
SBN akan memperluas ekosistem aset digital yang terukur dan sesuai regulasi guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved