Senin 02 November 2020, 14:52 WIB

Apindo Sesalkan Daerah yang Naikkan UMP 2021

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Apindo Sesalkan Daerah yang Naikkan UMP 2021

Antara/Yusuf Nugroho
Aktivitas buruh di sebuah pabrik rokok wilayah Kudus, Jawa Tengah.

 

ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) menyesalkan sikap kepala daerah atau gubernur yang menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021.

Di tengah krisis ekonomi akibat pandemi covid-19, penaikan UMP dinilai tidak layak. Adapun daerah yang sepakat menaikkan UMP 2021, yaitu Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Yogyakarta.

"Inflasi rendah, kondisi ini yang kita lihat tidak memungkinkan upah dinaikkan. Namun beberapa daerah sudah memutuskan naik. Terakhir saya dengar Jawa Barat juga. Kami menyesalkan itu," tutur Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani dalam konferensi pers virtual, Senin (2/11).

Baca juga: Naikkan UMP DKI 2021, Ini Alasan Anies

Hariyadi menilai para pemimpin daerah telah mengabaikan Surat Edaran (SE) Menteri Ketanagakerjaan Nomor M/11/HK.04/2020. Diketahui, SE itu mengatur tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19 yang sama di 2020.

"Ini menjadi kontradiktif dengan kondisi yang ada. Jadi yang diambil kepala daerah ini tidak memperhatikan aturan, juga kondisi secara umum," pungkasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan situasi pandemi covid-19 memukul hampir seluruh sektor usaha. Menurutnya, pelaku usaha kini sulit membayar upah pekerja seperti situasi normal.

Baca juga: Sejumlah Provinsi Tetap Naikkan UMP

"Tentu tidak mungkin pakai itu. Sehingga direkomendasikan upahnya tetap," kata Hariyadi.

Penerbitan SE Menteri Ketenagakerjaan bertujuan memberikan perlindungan dan keberlangsungan bekerja bagi pekerja atau buruh. Serta, menjaga kelangsungan usaha di tengah pandemi. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian terhadap penetapan UMP 2021.

Namun, di DKI Jakarta misalnya, pemerintah setempat memutuskan untuk menaikkan UMP 2021. Kenaikan UMP menjadi Rp4,4 juta berlaku bagi perusahaan yang tidak terdampak pandemi covid-19. Sementara itu, perusahaan yang mengalami tekanan berat, diperbolehkan memakai UMP 2020.(OL-11)

Baca Juga

DOK/CITI INDONESIA

Citi Indonesia Latih 300 Wirausahawan Pemula dari Tiga Kota

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:15 WIB
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam manajemen bisnis, pengelolaan keuangan personal dan...
DOK Pribadi.

Mau Buka Bisnis Minuman Kekinian? Begini Caranya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 21:50 WIB
Berdasarkan tingginya minat konsumen terhadap banyaknya minuman kekinian yang tersebar di pasaran saat ini, bisnis ini pun menjadi salah...
Antara

ESDM: 71 Perusahaan belum Penuhi Kewajiban DMO ke PLN

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 21:44 WIB
Pemerintah akan segera memblokir fitur ekspor dalam aplikasi MOMS, bagi perusahaan pertambangan batu bara yang tidak memberikan penjelasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya