Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pandemi Covid-19, Bank Jateng mampu mencatatkan capaian kinerja yang baik, hal tersebut terlihat perbandingan pada tahun 2017. Aset Bank Jateng sebesar Rp61,466 Triliun dalam kurun waktu empat tahun pada September 2020 telah mencapai Rp 86,297 triliun.
Dalam keterangan pers, Jumat (2/10), Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan bahwa optimalisasi digitalisasi pengelolaan keuangan merupakan langkah nyata mendorong penerimaan pajak daerah yang lebih efektif, efisien, akuntabel, dan transparan.
Dari implementasi yang saat ini sudah dilakukan oleh beberapa bank mampu menaikkan pendapatan daerah hingga 200% jika dibandingkan dengan cara manual.
Kinerja sangat baik, bahkan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu jika dilihat dari sisi laba. Sampai dengan September 2020 perolehan
laba Bank Jateng (unaudited) sudah mencapai sekitar Rp1,4 triliun atau mendekati capaian pada periode 2019 full year.
Padahal masih ada empat bulan lagi, artinya masih ada peluang untuk tumbuh, selain itu Bank Jateng mengukir prestasi yang menggembirakan setelah menyabet penghargaan Diamond Trophy Award dalam acara 25th Infobank Award 2020. Artinya, Bank Jateng selalu mendapatkan rating dengan predikat” sangat bagus” selama 20 tahun berturut-turut.

Jajaran direksi Bank Jateng.
Dalam kondisi pandemi, kredit Bank Jateng sampai dengan September 2020 masih tumbuh 3,89% secara year on year. Itu menunjukkan bahwa sistem dan mesin produksi sudah mapan.
Efisiensi biaya operasional juga menyumbang perolehan laba. Selama periode new normal ini, banyak anggaran yang bisa dihemat karena
proses bisnis di-shifting dengan memanfaatkan teknologi.
Biaya perjalanan dinas, biaya rapat yang biasanya diselenggarakan secara offline berkurang jauh karena hampir semua koordinasi bisa
dilakukan melalui rapat online.
Adapun Dana Pihak Ketiga per September 2020 sebesar Rp70,148 triliun tumbuh 12,3% jika dibanding dengant ahun 2019 pada periode yang sama sebesar Rp62,445 triliun.
Sedangkan performa NPL Bank Jateng (Konvensional) per September 2020 sebesar 3,78% dengan ekuivalen sebesar Rp.1,809 triliun masih
dalam kategori sehat dan berada di bawah ketentuan regulator yang setinggi tingginya adalah 5%.
Dengan adanya wabah covid-19, Supriyatno mengatakan bahwa Bank Jateng juga telah melakukan restrukturisasi kredit bagi debitur yang terkena dampak pandemic tersebut.
Data per September 2020 menunjukkan bahwa terdapat 16,048 nasabah yang dilakukan restrukturisasi senilai Rp 5 triliun. Bank Jateng
melaksanakan restrukturisasi kredit nasabahnya sesuai ketentuan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Saat ini, Bank Jateng juga sedang menjajaki kerja sama dengan Union Pay dan Al Rajhi Bank terkait dengan perluasan kanal pembayaran di
luar negeri.
Jika kerja sama tersebut terwujud, maka nasabah Bank Jateng dapat bertransaksi di luar negeri menggunakan jaringan yang dimiliki oleh
mitra, Oleh karena itu kami membuka kerja sama dengan banyak sekali pihak untuk memperluas jangkauan melalui teknologi virtual account.
Sedangkan menjamurnya fintech di masyarakat,menurut Soeprijatno setidaknya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Bank Jateng untuk menciptakan produk yang inovatif.
Dengan demikian, kehadiran fintech bukan berarti akan mematikan industri perbankan yang sudah berjalan selama ini, melainkan bisa
diajak berkolaborasi untuk tumbuh bersama mencapai tujuan yang ingin dicapai.
Meski tidak mudah, saya meyakini bukan berarti hal ini tidak mungkin, karena Bank Jateng mendapat kepercayaan menjadi bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga berpeluang menjemput bola dengan membuka gerai sampai ke pelosok desa dan di era digitalisasi sekarang ini,inovasi merupakan kata kunci.
“Kami berharap Bank Jateng semakin unggul dan maju serta bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menciptakan program yang
inovatif. Bank Jateng tidak berpuas diri dengan pencapaian yang diperoleh karena masih banyak pasar yang bisa digarap, termasuk juga
bagi para petani untuk membantu mereka mendapatkan modal kredit,” ungkap Supriyatno.(HT/OL-09)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, menyoroti penataan manajemen dan arah transformasi baru Garuda Indonesia pascapengangkatan direksi baru.
Citibank Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal III 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 10% secara tahunan
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp594,82 miliar hingga kuartal III-2025.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat kinerja gemilang sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.
Bank Jakarta berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif hingga triwulan III tahun 2025.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved