Jumat 11 September 2020, 03:35 WIB

Kerja Sama BUMN dengan Kontraktor Lokal Kerap Bermasalah

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kerja Sama BUMN dengan Kontraktor Lokal Kerap Bermasalah

MI/Agus Utantoro
Anggota Komisi VI DPR RI F-NasDem Subardi

 

POLA kerja sama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kontraktor lokal kerap bermasalah. BUMN sebagai penanggung jawab sering kali lalai membayar kewajibannya kepada kontraktor lokal.

“Banyak kontraktor atau subkontraktor yang telat dibayar. Bahkan pernah, setelah enam bulan proyek (kontrak) selesai, baru dibayar. Model kerja sama ini tidak boleh terulang dalam proyek jalan tol Yogyakarta-Bawen dan Solo-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo,” papar anggota Komisi VI DPR RI F-NasDem Subardi, dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

Akibat masalah seperti itu, Subardi mengatakan bakal ada penurunan kualitas kerja dalam proyek tol. Plus bakal ada hubungan kerja yang buruk yang merusak nama pemerintah. “Kalau BUMN tidak disiplin, sentimen swasta kepada BUMN akan menguat. Apalagi porsi untuk kontraktor non-BUMN sangat kecil,” tukas wakil rakyat dari dapil DIY itu.

Proyek jalan tol Yogyakarta-Bawen yang menelan biaya Rp13,56 triliun saat ini dalam tahap konsultasi publik untuk pembebasan lahan. Sementara itu, proyek jalan tol Solo-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang bakal menghabiskan biaya RpRp26,6 triliun memasuki tahap pematokan lahan.

Jalan tol Solo-Yogyakarya-New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo yang panjangnya 96,57 kilometer diperkirakan akan beroperasi pada 2024.

“Jalan tol ini ditargetkan akan dioperasikan secara bertahap pada 2023 dan akan beroperasi penuh pada 2024,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono di Jakarta kemarin.

Basuki menuturkan nilai investasi proyek tol tersebut sebesar Rp26,6 triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Kepemilikan saham pada konsorsium antara lain, PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group sebesar 51%, PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 25% dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar 24%.

“Trase Jalan Tol Solo-Yogyakarta- NYIA Kulonprogo nantinya akan melintasi dua provinsi, yaitu trase yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 60,93 km dan trase yang terletak di Provinsi Jawa Tengah sepanjang 35,64 km,” terang Basuki.

Penandatanganan kerja sama telah dilakukan Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono bersama Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU-Pera Danang Parikesit, Direktur Utama PT Penjaminan & Infrastruktur (PII) Muhammad Wahid Sutopo, dan Direktur Utama BUJT Konsorsium PT Jogjasolo Marga Makmur Adrian Priohutomo pada Rabu (9/9). (Ins/Put/E-3)

Baca Juga

Dok. Jaya Real property

Sambut Optimisme Pemulihan Ekonomi, Jaya Real Bangun Cluster Baru

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 20:49 WIB
Cluster i Gardenia di Graha Raya dirancang sebagai rumah masa kini berkonsep kontemporer dengan fasad geometris tanpa banyak...
DOK KEMENTAN

Gairahkan Perekonomian, Mentan SYL Kembangkan Agrowisata Sawah

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 19:46 WIB
Kawasan spot foto baru di Kabupaten Magelang bertema hamparan sawah ini menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat, utamanya...
DOK KEMENTAN

Kementan Atur Mekanisme Jual Hasil Panen Food Estate Sumut ke KUB

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 17:43 WIB
Amintas berharap, pemerintah tidak akan berhenti memberikan pendampingan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya