Rabu 09 September 2020, 10:15 WIB

Dari Shopee, Netflix hingga Twitter Pungut Pajak Mulai 1 Oktober

M Ilham Ramadhan | Ekonomi
Dari Shopee, Netflix hingga Twitter Pungut Pajak Mulai 1 Oktober

Antara/Nova Wahyudi
Ditjen Pajak mulai akan memungut pajak pertambahan nilai (PPN) bagi produk digital impor pada 1 Oktober

 


DIREKTUR Jenderal Pajak Kementerian Keuangan kembali menunjuk 12 perusahaan digital luar negeri sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang produknya dijual kepada konsumen di Indonesia.

"Dengan penunjukkan ini maka sejak 1 Oktober 2020 para pelaku usaha tersebut akan mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu Hestu Yoga Saksama dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (9/9).

Adapun ke-12 perusahaan yang ditunjuk yakni LinkedIn Singapore Pte. Ltd.; McAfee Ireland Ltd.; Microsoft Ireland Operations Ltd.; Mojang AB; Novi Digital Entertainment Pte. Ltd.; PCCW Vuclip (Singapore) Pte. Ltd.; Skype Communications SARL; Twitter Asia Pacific Pte. Ltd.; Twitter International Company; Zoom Video Communications, Inc.; PT Jingdong Indonesia Pertama dan PT Shopee International Indonesia.

Hestu menuturkan, jumlah PPN yang harus dibayar konsumen ialah 10% dari harga sebelum pajak. Pungutan PPN harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN.

Ditjen Pajak, imbuh Hestu, akan terus mengidentifikasi dan menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual produk digital luar negeri ke Tanah Air. Tujuannya ialah untuk menyosialisasikan kebijakan dan mengetahui kesiapan perusahaan sebagai pemungut PPN.

"Diharapkan dalam waktu dekat jumlah pelaku usaha yang ditunjuk sebagai pemungut PPN produk digital akan terus bertambah," kata Hestu.

Hingga saat ini, total perusahaan digital luar negeri yang ditunjuk sebagai pemungut PPN berjumlah 28 badan usaha. 16 perusahaan yang telah ditunjuk lebih dulu ialah Amazon Web Service Inc.; Google Asia Pte Ltd.; Google Ireland Ltd.; Google LLC; Netflix International B.V. dan Spotify AB pada tahap pertama.

Kemudian, di tahap kedua Facebook Ireland Ltd.; Facebook Payments International Ltd.; Facebook Technologies International Ltd.; Amazon.com Services LLC; Audible Inc.; Alexa Internet; Audible Ltd.; Apple Distribution International Ltd.; Tiktok Pte Ltd. dan The Walt Disney Company (Southeast Asia) Pte. Ltd. ditunjuk sebagai pemungut PPN.

"Khusus untuk marketplace yang merupakan wajib pajak dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemungut, maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut," tutup Hestu. (Ins/E-1)

Baca Juga

Antara/Dok.Kemenhub

Lima Destinasi Bali Baru Dukung Pemulihan Pariwisata

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 27 November 2020, 08:35 WIB
Pada masing-masing destinasi di kawasan 5 Bali Baru akan disiapkan sistem dan fasilitas khusus untuk mengakomodir turis-turis mancanegara...
Ist

Kalahkan 32 Perusahaan, BNI Jadi Pengembang API Portal Terbaik

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 November 2020, 08:00 WIB
BNI berhasil memenangkan kategori Best Overall Developer Portal–Community Prize Nominees...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

PT SMI Suntik Rp1,857 Triliun ke 8 Daerah

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 27 November 2020, 04:30 WIB
Pemerintah daerah di Pulau Jawa masih mendominasi pinjaman dengan porsi 64%, Sulawesi 23%, Sumatra 10%, Maluku dan Papua 2%, serta Bali dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya