Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH importir gula menyatakan telah merealisasikan pembelian gula hasil produksi petani lokal dengan harga Rp11.200 per kilogram.
Hal ini merupakan respona atas komitmen yang telah diberikan kepada mereka untuk menyerap gula dari petani pada musim giling tebu tahun 2020.
"Untuk grup kami, sudah melakukan pembelian gula petani. Secara bertahap, tahappertama sudah selesai. Kalau dengan tahap kedua ditargetkan terserap sebanyak 10.100 ton," kata Indra Suryaningrat dari grup usaha yang membawahi tiga perusahaan yakni PT Sentra Usahatama Jaya, PT Andalan Furnindo dan PT Medan Sugar Industry, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (/3).
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menugasi BUMN dan perusahaan importir gula swasta untuk menyerap gula produksi petani sebagai respons untuk mengatasi anjloknya harga gula di tingkat petani yang tengah memasuki musim giling
Selain tiga perusahaan tersebut, pembelian gula petani juga telah dilakukan importir lainnya yaitu PT Dharmala Usaha Sukses. "Kami importir secara bertahap merealisasikan pembelian Rp11.200 per kilogram,"; kata Nugroho Adi Saputro dari PT Dharmala.
Meski begitu pembelian gula petani seharga Rp11.200 per kilogram mengalami kendala, karena saat ini ada gula yang di lelang di pasar seharga Rp10.600 per kilogram oleh PTPN.
"Jadi kalau kami beli sekarang dan langsung jual maka pasti rugi besar," ujar Nugroho Adi.
Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid menagih janji Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto yang telah menugasi BUMN dan perusahaan importir gula untuk membeli gula petani seharga Rp11.200 per kilogram.
Namun kesepakatan antara importir gula dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) itu tidak terlalu efektif, sehingga komitmen untuk membeli gula di level petani di angka Rp 11.200/kg belum seluruhnya tercapai.
"Menteri Perdagangan harus mengambil sikap tegas. Instruksi kepada importir agar menyerap gula petani harus direalisasikan," kata Nusron.
Sebelumnya pada 10 Juli 2020 sebanyak 12 importir gula nasional berkomitmen untuk menyerap gula produksi 2020 dari petani tebu dengan harga Rp11.200/kilogram, sesuai porsi masing-masing importir.
Kesepakatan pembelian dilakukan antara APTRI yang mewakili petani tebu dengan 12 perusahaan importir gula itu, disaksikan Deputi Menko
Perekonomian, Kepala Badan Litbang Kemendag, Direktur Impor Kemendag, dan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Kepala Seksi Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan, serta Direktur Tanaman Semusim Kementan.
Adapun 12 perusahaan tersebut antara lain PT Sugar Labinta, PT Dharmapala Usaha Sukses, PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Sentra Usahatama Jaya, PT Medan Sugar Industry, PT Andalan Furnindo, PT Angels Products, PT Kebun Tebu Mas, PT Adikarya Gemilang, dan PT Priscolin. (Ant/E-1)
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Gerakan Pramuka menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam mencetak generasi muda petani.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved