Kamis 27 Agustus 2020, 21:32 WIB

Pengelolaan SDM Perusahaan saat Pandemi Penting Dilakukan

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Pengelolaan SDM Perusahaan saat Pandemi Penting Dilakukan

MI/Ramdani
Ilustrasi work from home

 

PANDEMI global Covid-19 membuat banyak industri terpengaruh. Kondisi internal perusahaan yang tidak stabil akibat berkurangnya demand membuat banyak perusahaan melakukan efisiensi, salah satunya adalah dengan pengurangan karyawan.

Data dari Bappenas 2020 memperkirakan angka pengangguran terbuka naik 4-5,5 juta orang. Pemerintah telah berupaya mempersiapkan SDM yang terampil dan bersaing, salah satunya dengan Kartu Prakerja.

Tidak hanya mengandalkan pemerintah, di masa pandemi sektor industri juga ditantang untuk adaptif dan inovatif dalam mengelola talenta di internal perusahaan.

Perusahaan penyedia layanan web-hosting Niagahoster menilai, masa pandemi menjadi waktu yang baik untuk industri berbenah, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja hingga pengelolaannya.

“Pandemi ini menyadarkan kita bahwa peran industri bukan hanya untuk menyerap tenaga kerja, tetapi juga mengembangkan dan mengelola karyawan yang ada di dalam perusahaan tersebut.” kata Ayunda Zikrina, Head of Brand & Reputation Management Niagahoster dalam diskusi virtual, Kamis (27/8).

Di sisi lain, transformasi besar juga dialami dari kebijakan work from home atau bekerja di rumah yang diberlakukan beberapa perusahaan. Data Maret 2020 dari Dinas Tenaga Kerja, Imigrasi, dan Energi DKI Jakarta mencatat ada lebih dari 1 juta pekerja melakukan work from home selama pandemi.

Baca juga : Konsep Bisnis Berkelanjutan Pascapandemi Perlu Jadi Perhatian

“Kami menerapkan 100% online hiring, on-boarding, dan working. Ini berlaku untuk semua calon karyawan dan karyawan yang bekerja saat ini.” ungkap Rheinjani Dora, Head of People and Office Operation Niagahoster.

Dora mengaku, remote working atau WFH juga memiliki kelebihan dan tantangannya sendiri. Data dari International Labour Organization tahun 2017 yang dikutip Weforum mengatakan 41% pekerja remote dilaporkan memiliki level stres yang tinggi dibandingkan dengan pekerja kantoran yaitu 25%.

Membuat rumah menjadi tempat kerja yang nyaman dan produktif juga merupakan tantangan bagi para karyawan dan perusahaan. Niagahoster sendiri telah menerapkan 100% remote working, dan dan 48% karyawannya berada di luar Yogyakarta.

“Empati, adaptasi, dan over komunikasi adalah kunci utama pengelolaan karyawan di masa pandemi hingga new normal. Para stakeholders perusahaan harus memahami karyawan dari sisi personal, tidak hanya professional.” ujar. Rheinjani Dora.

Dora mengakui, produktivitas dan kesehatan emosional karyawan merupakan dua hal yang menjadi fokus utama perusahaan dalam pelaksanaan work from home. Dora merekomendasikan upaya aktif seperti penyediaan layanan psikolog, aktivitas bincang santai virtual, karaoke online, dan lainnya untuk menghilangkan kejenuhan bekerja di rumah. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Produk UMKM Ingin Diekspor, Teten : Daya Saing Produk Ditingkatkan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:21 WIB
“Untuk memperbesar kapasitas UMKM agar berkontribusi dalam ekspor nasional, KemenKopUKM tahun ini akan mendorong UMKM masuk ke sektor...
Ilustrasi

PGN Kembangkan Digitalisasi untuk Optimalkan Usaha

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:18 WIB
Saat ini, PGN telah memiliki sistem informasi yang mengintegrasikan seluruh anak usaha sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas...
Ist

Produk Perawatan Kulit Ini Tebar Promo Belanja Online

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 22:35 WIB
Produk unggulan yang ditawarkan meliputi produk pemenang Glowpick Award...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya