Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) akan membagikan dividen sebesar Rp30,7 miliar setara dengan 50% dari laba 2019 yang tercatat Rp 61 miliar.
"Pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp30,7 miliar," kata Presiden Direktur PT Bank Amar Indonesia Tbk Vishal Tulsian dalam paparan publik secara virtual usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Rabu (26/8).
Dividen akan dibayarkan pada 25 September 2020 kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 7 September 2020.
Hingga semester I-2020 Amar Bank telah menyalurkan kredit Rp1,9 triliun. Total aset mencapai Rp 3,1 triliun. Ekuitas per Juni 2020 mencapai Rp 1,09 triliun dan simpanan nasabah sebesar Rp 1,7 triliun. Penyaluran kredit hingga Juni 2020 mencapai Rp 1,9 triliun.
Namun perseroan mencatat penurunan laba bersih 21,7% menjadi Rp20,4 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebagai dampak perlambatan bisnis dan peningkatan CKPN.
Di tengah pandemi, perseroan tetap fokus dalam membantu masyarakat dan mendukung sektor mikro di Indonesia dengan penyaluran kredit yang selektif serta berpatokan pada prinsip kehati-hatian melalui Tunaiku sehingga perseroan tetap bisa mempertahankan NIM atau marjin bunga bersih sebesar 18,49%.
Amar Bank memperkenalkan inovasi produk terbaru yakni "Senyumku" yang merupakan mobile-only intelligent bank pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan buatan dalam memberikan layanan perbankan yang personal kepada nasabah dan masyarakat, khususnya kaum milenial.
Senyumku dirancang untuk membantu pengguna membangun kebiasaan menabung, melacak pengeluaran sehari-hari, dan berinvestasi secara teratur untuk masa depan. Aplikasi ini memungkinkan nasabah untuk dengan mudah memantau keuangannya menggunakan smartphone, di mana saja, kapan saja, sekaligus memberikan keuntungan menarik bagi nasabah untuk menempatkan dananya di Senyumku.
“Dengan hadirnya inovasi mobile-only intelligent bank Senyumku, kami berharap produk baru ini dapat menjadi angin segar dan bersama Tunaiku dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis perseroan dan mempertahankan kinerja positif perseroan ke depan seiring dengan komitmen kami untuk meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia,” katanya. (E-1)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
SASE dapat dianalogikan sebagai “penjaga pintu digital” perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved