Selasa 11 Agustus 2020, 15:51 WIB

Realisasi Subsidi Bunga KUR Masih Rendah, Menkeu: Ada Persoalan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Realisasi Subsidi Bunga KUR Masih Rendah, Menkeu: Ada Persoalan

Antara/M Ibnu Chazar
Petani di wilayah Karawang, Jawa Barat, yang didorong pemerintah untuk mengakses KUR.

 

REALISASI subsidi bunga pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru mencapai Rp 1,5 triliun. Padahal, pemerintah menargetkan subsidi bunga KUR sebesar Rp 35,2 triliun untuk 60 juta debitur.

“Ini berarti masih ada persoalan dari sisi perbankan atau lembaga keuangan, dalam komunikasi maupun proses pendaftaran untuk mendapatkan subsidi. Ini yang kita evaluasi,” terang Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam diskusi virtual, Selasa (11/8).

Masyarakat yang mendapatkan subsidi bunga KUR ialah debitur dengan pinjaman di bawah Rp 10 miliar. Ada dua mekanisme pemberian subsidi bunga KUR. Untuk debitur dengan pinjaman di bawah Rp 500 juta, subsidi bunga sebesar 6% pada tiga bulan pertama, kemudian 3% pada tiga bulan berikutnya.

Baca juga: Menkeu: Realisasi Dana PEN Lebih Cepat dengan Program Eksisting

Adapun debitur dengan pinjaman sebesar Rp 500 juta-Rp 10 miliar, mendapat subsidi bunga 3% pada tiga bulan pertama dan 3% pada 3 bulan berikutnya. Program subsidi bunga KUR diluncurkan sejak Maret lalu, sebagai respons pemerintah terhadap dampak pandemi covid-19.

Pemerintah turut meringankan beban pelaku usaha ultra mikro dan mikro saat pandemi. Dalam hal ini, mereka yang memiliki kredit dalam program Mekaar, UMi, koperasi, Pegadaian dan PT PMN. Kelompok usaha tersebut juga mendapat subsidi bunga kredit dari pemerintah.

“Yang pinjamannya Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Mereka ini mendapatkan subsidi bunga. Kita estimasi jumlah mereka, termasuk yang pinjam di koperasi, bisa mencapai 60 juta pelaku usaha,” pungkas Ani, sapaan akrabnya.

Sementara itu, debitur yang menerima relaksasi penundaan pembayaran pokok selama enam bulan, nilainya mencapai Rp 285 triliun dengan outstanding sebesar Rp 1.600 triliun.

Baca juga: Diskon Tagihan Listrik Juga Menyasar Sektor UMKM

Di samping subsidi bunga dan penundaan pembayaran kredit, pemerintah berencana memberikan bantuan sosial sebagai kredit modal kerja bagi pelaku usaha kecil, mikro dan ultra mikro. Program yang menyasar 12 juta pelaku usaha itu memberikan dana sebesar Rp 2,4 juta per orang.

Pemerintah juga mengidentifikasi 9 juta pelaku usaha kecil untuk diberikan kredit sebesar Rp 2 juta tanpa bunga. “Itu dilakukan untuk meningkatkan daya tahan usaha ultra mikro dan usaha mikro yang belum bankable,” imbuh Bendahar Negara.

Dukungan pemerintah pada sektor UMKM tertuang dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Anggaran yang disediakan pemerintah untuk sektor UMKM mencapai Rp 123,4 triliun.(OL-11)


Baca Juga

Antara/Galih Pradipta

Soal Hilirisasi Industri, Bahlil : RI Tidak Mau Didikte dan Ditipu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 24 Mei 2022, 21:13 WIB
Salah satu bentuk hilirisasi industri itu berupa pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik joint venture antara Hyundai-LG di Karawang,...
Ist

Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Halal Industry Event 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 21:05 WIB
Kolaborasi riset diperlukan untuk menciptakan nilai tambah produk-produk halal Indonesia agar masuk dan berjaya di pasar...
Dok. Pribadi

UNDP Dorong Milennial Berinvestasi Bijak untuk SDGs.

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 21:02 WIB
Tren investasi saat ini telah mencapai perubahan mendasar karena semua orang dapat memilih dan memutuskan instrumen mereka dengan cara yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya