Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memperkirakan korporasi membutuhkan kredit modal kerja sekitar Rp81 triliun pada 2021.
Untuk tahun ini, agar bisa bangkit dan bertahan menghadapi pandemi, korporasi butuh modal kerja Rp50 triliun.
"Kami dapat angka bahwa untuk sampai dengan Desember 2020 ini perlu pertambahan modal kerja Rp50 triliun. Ini informasi yang perlu kami ungkapkan, belum lagi nanti di 2021 lebih besar lagi. Kita perkirakan 2021 Rp81 triliun tambahan modal kerjanya untuk korporasi yang di atas Rp10 miliar sampai dengan Rp1 triliun," ujarnya dalam konferensi pers Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman Program Penjaminan Pemerintah Kepada Korporasi Padat Karya Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Rabu (29/7).
Oleh karenanya ia mengapresiasi langkah pemerintah dalam pemberian insentif berupa penjaminan kredit modal kerja bagi korporasi padat karya non UMKM dan non BUMN yang penjaminannya dilakukan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Penjaminan Infrastuktur Indonesia (PII).
Penjaminan kredit modal kerja bagi korporasi padat karya non UMKM dan non BUMN itu dianggarkan sebesar Rp100 triliun hingga 2021. Pemerintah akan menjamin kredit korporasi prioritas sebesar 80% dan 20% dijamin oleh perbankan.
Sedangkan bagi korporasi yang tidak masuk dalam prioritas, pemerintah akan menjamin kreditnya sebesar 60% dan 40% sisanya menjadi tanggung jawab perbankan.
Begitu pun dengan imbal jasa yang akan dibayarkan pemerintah dalam penjaminan kredit modal kerja. Negara akan membayarkan 100% imbal jasa kredit modal kerja yang mencapai Rp300 miliar. Sedangkan kredit modal kerja di atas Rp300 miliar hingga Rp1 triliun, pemerintah akan membayarkan imbal jasa hingga 50%.
"Jadi ini insentif yang cukup besar, suku bunganya ini pasti lebih murah. Kita perkirakan hitung-hitungan dengan cost yang lebih murah saat ini bisa sekitar 7% mestinya untuk korporasi," tutur Wimboh.
Oleh karenanya, ia meminta kepada perbankan untuk ikut memahami kondisi dan situasi pemulihan ekonomi dari dampak pandemi. Perbankan dan dunia usaha diajak untuk berdiskusi bersama mengenai hitungan insentif dan potensi rendahnya suku bunga kredit oleh perbankan.
"Tolong kita sama-sama kita komunikasikan, kita hitung, nanti inilah yang insentif ini perlu diketahui oleh para pengusaha," pungkasnya.
Untuk diketahui, ada 15 bank yang akan menyalurkan kredit kepada korporasi dalam program penjaminan kredit modal kerja bagi korporasi non BUMN dan non UMKM ini yaitu, Bank Danamon, HSBC Indonesia, ICBC Indonesia, Maybank Indonesia, MUFG Bank Indonesia, Resona Bank Indonesia, Standard Chartered Indonesia, UOB Indonesia, BCA, DBS, BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri dan Bank DKI. (E-1)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved