Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky menuturkan, efisiensi belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi kunci mengatasi tekanan akibat pandemi covid-19.
Hal itu berkaitan pula dengan defisit penganggaran yang saat ini diperlebar ke angka 6,34%. Menurut Riefky, pandemi Covid-19 ikut memberikan berkah karena pemerintak dipaksa melakukan efisiensi anggaran semaksimal mungkin.
"(sekarang) baru disadari bahwa banyak belanja yang ternyata tidak terlalu efisien, seperti belanja K/L yang dapat jauh lebih dirampingkan. Pemotongan belanja-belanja yang kurang penting inilah yang saya rasa perlu dipertahankan agar beban anggaran kedepannya tidak terlalu besar dan bisa menurunkan defisit tanpa mengganggu stabilitas makroekonomi terlalu dalam," ujar Teuku saat dihubungi, Minggu (26/7).
Langkah tersebut, lanjut dia, dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesinambungan APBN di 2021. Sebab, hasil akhir APBN 2020 akan banyak mempengaruhi.
Selain melakukan efisiensi belanja, pengoptimalan penerimaan pajak juga menjadi cara lain yang dapat dilakukan pemerintah. Keduanya, kata Teuku, dapat berjalan beriringan dengan melakukan penurunan defisit di 2021.
Baca juga : IHSG Pekan Depan Diprediksi Melemah
"Jadi dari 2020 ke 2021 lalu ke 2022, defisitnya harus diturunkan pelan-pelan dan tidak boleh terlalu drastis. Dalam konteks makroekonomi, penurunan defisit yang terlalu drastis artinya peningkatan pajak yang drastis dari pemerintah atau penurunan pengeluaran pemerintah yang sama drastisnya. Keduanya ini selain memperlambat aktivitas ekonomi secara tajam juga menimbulkan negative shock dalam pertumbuhan, dimana ini berpotensi mengganggu proses recovery pasca covid," jelasnya.
Menyoal berbagai stimulus yang dikeluarkan pemerintah dalam mengahadapi covid-19, Teuku menilai, kebijakan pemerintah terbilang ideal. Anggaran sebesar Rp695,20 triliun yang mencakup penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi dinilai cukup, dengan catatan tidak terjadi gelombang kedua.
"Namun, yang lebih krusial saat ini adalah bukan seberapa besar yang sudah dianggarkan namun seberapa besar yang sudah disalurkan dan dicairkan ke perekonomian. Artinya selama dananya belum masuk ke perekonomian, baik itu masyarakat maupun dunia usaha untuk stimulus kesehatan dan ekonomi maka belum terjadi dampak real dari stimulus di perekonomian," pungkas Teuku.
Diketahui pemerintah menargetkan defisit sebesar 6,34% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pelebaran defisit itu tertuang dalam Peraturan Presiden 72/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020. (OL-7)
Ruang fiskal pemerintah kian terbatas seiring meningkatnya posisi utang hingga Rp9.637,90 triliun per 31 Desember 2025 atau setara 40,46 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk mengelola ekonomi secara pruden dengan mengusung kebijakan yang pro-pertumbuhan dan pro-rakyat. T
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Tidak semua rumah akan diganti atapnya, karena program ini hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng untuk kemudian diganti dengan genteng berbahan batuan.
Melalui PEN pemda, PT SMI berperan sebagai alat countercyclical pemerintah untuk menanggulangi dampak perubahan situasi ekonomi yang signifikan seperti pandemi covid-19.
Ketiga tersangka dugaan korupsi pembangunan ruas jalan itu yakni Kuasa Direktur CV Lembata Jaya berinisial LYL, Pejabat Pembuat Komitmen berinisial AP, dan konsultan pengawas, YM.
KPK menahan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Muda Laode Gomberto. Dia merupakan tersangka kasus dugaan suap pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional daerah (PEN) covid-19
Penyaluran sebesar Rp628,44 miliar ini dengan capaian 78,42 persen dari total dana desa untuk Kaltim yang sebesar Rp777,27 miliar.
Pelaku UMKMĀ dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman melalui inovasi dan kreasi digital.
Hasil pemeriksaan saksi, KPK mengungkapkan tersangka meminta suap agar bisa mencairkan dana PEN Kabupaten Muna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved