Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah OPEC+ setuju untuk mengurangi rekor pemotongan pasokan mulai Agustus dan infeksi baru virus korona terus melonjak di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus kehilangan 45 sen atau 1,1 persen menjadi menetap di 40,75 dolar AS per barel.
Sementara minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September turun 42 sen atau 1,0 persen menjadi ditutup pada 43,37 dolar AS per barel. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, pada Rabu (15/7) memutuskan untuk mengurangi rekor pemotongan produksi menjadi 7,7 juta barel per hari (bph) mulai Agustus.
Langkah ini sesuai dengan perkiraan, dan negara-negara yang sebelumnya melebihi target produksi yang disepakati harus mengimbangi kelebihan produksi ini pada September dengan memotong produksi mereka, Eugen Weinberg, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan pada Kamis (16/7).
Paul Sheldon, kepala penasihat geopolitik SP Global Platts Analytics, mengatakan kepada Xinhua bahwa peningkatan produksi aktual OPEC+ akan mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari pada Agustus, berkat sebagian pemenuhan mekanisme kompensasi oleh beberapa negara produsen minyak mentah.
baca juga: Indef: Setiap Negara Punya Masa Sulit Akibat Covid-19
OPEC+ sepakat pada April untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari untuk Mei dan Juni karena pandemi covid-19 merusak permintaan, dan memutuskan pada Juni untuk memperpanjang rekor pengurangan produksi hingga akhir Juli. Kekhawatiran akan gelombang kedua kasus covid-19 yang dipimpin oleh Amerika Serikat, juga telah menekan harga minyak menyusul penguncian kembali di beberapa negara, yang akan mengurangi permintaan. (OL-3)
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Donald Trump mengonfirmasi komunikasi dengan Nicolás Maduro saat AS meningkatkan tekanan militer terhadap Venezuela.
Pada Juli, negara-negara OPEC+ mencatatkan peningkatan produksi minyak sebesar 411.000 barel per hari.
Presiden Donald Trump meminta Arab Saudi dan OPEC menurunkan harga minyak untuk membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Harga minyak mentah dunia merupakan indikator penting dalam ekonomi global. Fluktuasi harga minyak mentah berdampak langsung pada berbagai sektor.
Menyusul konflik di Timur Tengah yang dilancarkan oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu, pasukan Iran secara efektif memblokir Selat Hormuz.
Konflik AS-Iran picu lonjakan harga minyak global. Ini daftar 10 negara yang menaikkan harga BBM, termasuk Vietnam, Singapura, dan Australia.
Tarif melintasi Selat Hormuz disebut mencapai Rp34 miliar per kapal. Simak fakta lengkap dan dampaknya terhadap harga minyak dunia dan ekonomi global.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan skema kerja bekerja dari rumah (work from home) atau WFH dampak dari kenaikan harga minyak.
Airlangga menilai, penerapan WFH berpotensi memberikan penghematan signifikan terhadap konsumsi bahan bakar, khususnya dari sektor transportasi.
Hubungan AS-Inggris memanas. Presiden Trump sebut Inggris mengecewakan karena enggan terlibat aktif dalam pengamanan Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved