Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Jago Tbk telah melakukan restrukturisasi kredit hingga Rp90 miliar. Kelonggaran yang diberikan untuk nasabahnya yang sebagian besar adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini terkait dengan dampak pandemi covid-19.
Menurut Direktur Utama (Dirut) Bank Jago, Kharim Siregar, restrukturisasi yang diberikan berupa kelonggaran berupa penundaan cicilan atau bunga selama 3-6 bulan. Hal ini sesuai dengan regualasi kelonggaran terkait dengan kondisi covid-19 yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami sudah melakukan restrukturisasi sebesar Rp90 miliar ini terkait dengan kondisi covid-19 untuk memberikan kelonggaran berupa penundaan cicilan atau bunga selama 3-6 bulan,” ujar Kharim dalam acara Public Expose Bank Jago secara virtual, Kamis (9/7).
Bank Jago diketahui memiliki segmen nasabah utama dari kalangan menengah. Seperti untuk pelaku UMKM, ritel, dan mass market melalui produk dan layanan perbankan yang tertanam dalam suatu ekosistem dengan mengoptimalkan teknologi perbankan terkini.
Saat ini di tengah pandemi covid-19, kondisi likuiditas perusahaan masih dalam keadaan yang kuat.
Menurut Wakil Dirut Bank Jago Arief H. Tanjung, di kuartal 1(Q1) 2020, Bank Jago memiliki Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp513 miliar, lalu segi ekuitas sebesar Rp654 miliar, dan total aset sebesar Rp1,2 triliun.
Sementara itu, dari segi laba dan rugi, perusahaan telah mencatatkan kerugian di Q1 sebesar Rp25 miliar yang berarti lebih tinggi dibandingkan tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp6 miliar. Adapun kerugian ini lantaran perusahaan berupaya melakukan investasi namun dengan kondisi revenue (pendapatan) yang flat.
Sebagai informasi, Bank Jago yang baru saja berganti nama dari PT Bank Artos Indonesia Tbk resmi ganti nama menjadi PT Bank Jago Tbk. Pergantian nama seiring dengan transformasi perusahaan usai akuisisi oleh Jerry Ng dan Patrick Walujo. (E-1)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved