Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menyatakan stok cadangan beras nasional dalam kondisi cukup. Sehingga, Indonesia tidak perlu impor beras untuk saat ini.
Dia mengungkapkan penyerapan beras di berbagai daerah sudah maksimal. Sehingga, cadangan beras dinilai cukup untuk disalurkan sampai akhir tahun. Bahkan penyerapan akan kembali dilakukan pada November, seiring dengan masa panen.
"September-November di mana panen lagi, kita akan serap sebanyak mungkin. Itu merupakan cadangan. Kita berusaha tetap mengutamakan produksi dalam negeri," ujar Buwas, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/6).
Baca juga: Kinerja Dinilai Buruk, Buwas Ancam Pecat 100 Pegawai Bulog
Jika diperlukan impor, lanjut dia, harus tetap menyesuaikan kebutuhuan. Namun, Buwas optimistis Indonesia tidak akan impor beras sampai Desember.
"Tapi hitungan saya dengan Menteri Pertanian, sudah hitung dengan data BPS, asumsi Bank Indonesia, insyaallah sampai Desember (cadangan) kita cukup. Tidak perlu impor," tegasnya.
Saat ini, stok beras di gudang Perum Bulog berkisar 1,4 juta ton. Terdiri dari cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1,35 juta ton dan beras komersial sebanyak 56 ribu ton.(OL-11)
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Perum Bulog resmi melepas kontainer ekspor Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Tahun 2026.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved