Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 179,6 triliun pada Mei 2020. Itu sekitar 21,1% dari proyeksi defisit APBN 2020, yakni Rp 852,9 triliun.
Defisit tersebut juga setara 1,01% terhadap defisit Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang ditetapkan dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2020 sebesar 5,07%.
"Terjadi kenaikan sebesar 42,8% dari defisit Mei tahun lalu. Karena memang terlihat penerimaan negara mengalami kontraksi," tutur Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/6).
Baca juga: Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II Minus 3,1%
Lebih lanjut, dia mengungkapkan pendapatan negara per Mei 2020 sebesar Rp 664,3 triliun, atau 37,7% dari target peneriman dalam APBN 2020, yakni Rp1.760,9 triliun. Penerimaan negara pada periode Mei 2020 mengalami pertumbuhan negatif 9,0% jika dibandingkan periode serupa tahun lalu.
Realisasi penerimaan negara bersumber dari penerimaan perpajakan Rp 526,2 triliun, atau 36% dari target sebesar Rp 1.462,6 triliun. Penerimaan dari perpajakan juga terjadi kontraksi minus 7,9% dibandingkan tahun lalu.
Pada pos penerimaan pajak tercatat Rp 444,6 triliun atau 35,4% dari target, yakni Rp 1.254,1 triliun. Sedangkan penerimaan bea cukai mencapai Rp 81,7 triliun, atau 39,2% dari target sebesar Rp 208,5 triliun.
Baca juga: Tidak Biasa, Inflasi Mei Saat Ramadan Hanya 0,07%
Pertumbuhan penerimaan pajak Mei 2020 mengalami kontraksi hingga 10,8% dibandingkan Mei 2019. Di lain sisi, pertumbuhan penerimaan bea cukai masih tumbuh positif 12,4%.
"Kalau kita komposisikan, kelihatan sekali PPh dari migas hanya mencapai Rp 17 triliun dibandingkan tahun lalu, Rp 26,4 triliun. Ini akibat harga minyak merosot tajam. Sehingga, penerimaan PPh migas kontraksi sangat dalam, yakni 35,6% dibandingkan tahun lalu," imbuh Ani, sapaan akrabnya.
Sementara itu, penerimaan cukai masih berkontribusi. Tapi ini disebabkan adanya pergeseran, yakni Rp 66,8 triliun atau tumbuh 18,8%. Menyoroti tarif pajak perdagangan internasional, berdasarkan catatan kinerja ekspor impor BPS, penerimaan bea keluar dan bea masuk alami kontraksi signifikan.
Baca juga: Menkeu: New Normal Harus Seimbangkan Kesehatan dan Ekonomi
“Bea masuk tercatat Rp 13,8 triliun atau kontraksi 7,9%, bea keluar Rp 1,1 triliun atau kontraksi 27,5%," sambungnya.
Adapun realisasi belanja negara mencapai Rp 843,9 triliun, atau 32,3% dari target sebesar Rp 2.613,8 triliun. Pertumbuhan realisasi belanja juga mengalami kontraksi sebesar 1,4% dibandingkan tahun lalu.
Pos belanja negara mencakup belanja pemerintah pusat sebesar Rp 537,3 triliun atau 29% dari target, yakni Rp 836,5 triliun.Berikut, transfer ke daerah sebesar Rp 306,6 triliun atau 40,2% dari target, yaitu Rp 762,7 triliun.(OL-11)
Komisi Pencari Fakta mengungkap adanya massa suruhan terorganisir di balik penjarahan rumah anggota DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kerusuhan Agustus 2025.
Sri Mulyani dikenal luas sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik Indonesia dengan masa jabatan terlama, sekaligus sosok perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan berakhir pada 8 September 2025 setelah reshuffle Presiden Prabowo. Kepergiannya diwarnai kontroversi. Simak rangkuman isu yang mengemuka.
Blavatnik School of Government (BSG) Oxford menjadi sorotan. Kenali misi BSG, program prestisius Distinguished Public Service Fellow, serta deretan tokoh global yang pernah mengajar.
Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai pengajar dalam program World Leaders Fellowship 2026 di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Ini Profilnya.
Purbaya sudah membuka penyelewengan. Kini, menjadi tugas penegak hukum menindaklanjuti. Maukah mereka?
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang memberikan catatan terkait kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Februari 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi masih mencukupi.
Ia menyebutkan, hal itu pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Jika harga minyak menembus angka 120 dolar AS per barel, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan bisa melebar hingga 3,6%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved